ENERGI Dukung Produksi Biomassa, Senator Angelo Inisiasi Penanaman Perdana Kayu Gamal di Desa Ekoae 26 Mar 2025 22:09
“Kalau Pak Frans Seda datang menjadikan gamal untuk ganyang mati alang-alang. Sekarang saya datang untuk ganyang mati geothermal. Ini salah satu alternatif solusi di tengah aksi penolakan geothermal dari para Uskup di Provinsi Gerejawi Ende,” kata Angelo
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelius Wake Kako, S.Pd.,M.Si, menginisasi penanaman perdana pohon gamal di Desa Ekoae, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Senin (25/3/2025).
Kegiatan tersebut guna mendukung produksi biomassa untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
“Penanaman gamal akan dilakukan secara masif di seluruh provinsi NTT. Kita mulai dari Desa Ekoae ini. Penanaman ini untuk investasi jangka panjang karena kebutuhan di pembangkit cukup tinggi,” kata Senator Angelo.
Menurut Angelo, pohon gamal yang sejak lama dikenal hanya berfungsi sebagai pakan ternak dan penghancur alang-alang, akan digunakan sebagai biomassa untuk bahan baku energi terbarukan.
Senator Angelo menjelaskan, pohon gamal akan dicacah menjadi wood chips lalu dikeringkan, kemudian akan dipakai sebagai bahan bakar pengganti batubara di PLTU Ropa.
"Ini butuh kerja bersama semua pihak agar pengiriman limbah untuk biomassa di pembangkit PLTU tidak dikirim dari luar NTT,” ajak Senator yang akrab disapa AWK itu.
Senator muda itu kemudian menyetir sejarah yang mengatakan bahwa saat menjabat sebagai Menteri Pertanian, Frans Seda menamai pohon sejenis perdu itu dengan "gamal" yang merupakan singkatan dari Ganyang Mati Alang-Alang.
“Kalau Pak Frans Seda datang menjadikan gamal untuk ganyang mati alang-alang. Sekarang saya datang untuk ganyang mati geothermal. Ini salah satu alternatif solusi di tengah aksi penolakan geothermal dari para Uskup di Provinsi Gerejawi Ende,” kata Angelo.
Pada kesempatan itu, Senator AWK memberi apresiasi kepada Mosalaki Ekoae, Kanisius Paga yang menyediakan puluhan hektare lahan ulayat yang akan digunakan untuk penanaman pohon gamal.
“Selain Bapak Kanis, masih ada tokoh adat lain yang sudah siap menyerahkan lahannya untuk penanaman gamal. Silahkan lahan-lahan tidur itu dimanfaatkan dengan baik,” imbuhnya.
Terkait program penanaman gamal, Kanisius Paga menyampaikan terima kasih karena tanah ulayatnya yang selama ini masih menjadi “lahan tidur” bisa dimanfaatkan untuk penanaman gamal.
"Semoga akan banyak ulayat-ulayat lain mengikuti langkah ini,” harap Angelo.
Siap Sosialisasi kepada Masyarakat
Perwakilan Camat Wewaria dan para kepala desa yang hadir, siap melakukan konsolidasi penanaman gamal kepada masyarakat.
Kepala Desa Ekoae, Dionisius Besu Songgo, misalnya, menyatakan akan segera mensosialisasikan program penanaman gamal sampai ke tingkat Dusun dan RT.
Komitmen serupa datang dari Kepala Desa Mukusaki, Fabianus Sandis Siga.
Sementara itu, Abraham Runga Mali yang mewakili PT Flores Inti Pangan, menjelaskan bahwa perusahaannya sudah melakukan kontrak dengan PT PLN Energi Primer untuk memasok biomassa ke PLTU Ropa, Kabupaten Ende dan PLTU Bolok, Kabupaten Kupang.
“Karena itu, seiring dengan program penanaman, pohon gamal yang eksis bisa ditebang dan dijual ke Flores Inti Pangan. Kami segera mengolah dan mengirimkan biomassa dalam bentuk wood chips ini ke PLTU Ropa,” ungkap Abraham.
Lanjut Abraham, saat ini kebutuhan biomassa di PLTU Ropa mencapai 4.000 ton per bulan, sehingga dibutuhkan banyak kayu gamal.
Hadir juga pada kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Ende, Bapak Armin Wasa; Perwakilan Camat Wewaria, Bapak Sebas Sare; Kepala Desa Ekoae, Bapak Dionisius Besu Songgo; Kepala Desa Mukusaki, Bapak Fabianus Sandis Siga; Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Ende, Bapak Yanuarius Sara; Pemilik Ulayat, Bapak Kanisius Paga; dan Perwakilan PT Flores Inti Pangan, Bapak Abraham Runga Mali.
--- Guche Montero
Komentar