Breaking News

NASIONAL Dukung Swasembada Protein Hewani, Komite 2 DPD RI Dorong Gerakan Senator Inseminator 23 Apr 2026 22:48

Article image
Pimpinan Komite 2 DPD RI, Angelius Wake Kako (AWK) dalam Laporan Pelaksanaan Tugas Komite 2 DPD RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2025-2026. (Foto: Sok. Ist)
"Melalui Gerakan Senator Inseminator, kami mengusulkan agar ini menjadi Gerakan DPD RI secara kelembagaan dengan melibatkan semua stakehders, khususnya Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI," kata Senator AWK.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Komite 2 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendukung swasembada protein hewani melalui Gerakan Senator Inseminator.

Hal itu disampaikan Pimpinan Komite 2 DPD RI, Angelius Wake Kako (AWK) dalam Laporan Pelaksanaan Tugas Komite 2 DPD RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2025-2026, Kamis (23/4/2026). 

"Secara khusus kami mendorong agar DPD RI sebagai perwakilan Daerah, ikut ambil bagian mewujudkan swasembada protein hewani; daging dan susu yang secara nasional masih jauh dari target, di mana impor daging sapi kita sekitar 50 %, dan impor susu 80%," kata Senator AWK.

Senator AWK menambahkan, "melalui Gerakan Senator Inseminator, kami mengusulkan agar ini menjadi Gerakan DPD RI secara kelembagaan dengan melibatkan semua stakehders, khususnya Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI."

Kunker dan Bimtek di BIB Lembang

Senator AWK menyebut, komitmen tersebut lahir dari hasil kunjungan kerja Komite 2 DPD RI ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, beberapa waktu sebelumnya.

"Sebagai contoh, postingan saya beberapa waktu lalu tentang Sapi hasil perkawinan silang antara Sapi Bali dan Angus (Scotland), mendapat respon yang cukup positif dari hampir semua peternak di Nusa Tenggara Timur (NTT), baik melalui komentar, juga secara pribadi berkomunikasi," beber Senator asal NTT itu.

Menurut AWK, Komite 2 DPD RI berkesimpulan bahwa sebenarnya ada niat dari masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui IB, hanya akses dan informasi yang tidak utuh membuat masyarakat pasrah dan membiarkan perkawinan alami terjadi pada ternaknya.

"Sehingga, kita mungkin banyak secara populasi ternak tetapi tidak dengan kualitasnya. Banyak terlihat ternak-ternak kerdil di padang dan kebun-kebun masyarakat kita. Salah satunya karena perkawinan alami membuat masyarakat sulit mendeteksi asal usul Jantan, lalu terjadilah Inbreeding," bebernya.

Atas dasar itu, lanjut Senator AWK, selama kurang lebih seminggu, bersama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang manaungi Balai Inseminasi Buatan Lembang, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pihaknya melakukan Advokasi dan terlibat dalam gerakan yang disebut sebagai "Senator Inseminator."

"Kami belajar menjadi Inseminator, dan Puji Tuhan, seminggu bisa mencapai posisi 4 dalam praktik IB," ujarnya.

"Kami harus menjadi Ujung Tombak menggerakkan masyarakat untuk aware terhadap IB, agar kita bisa mengembalikan kualitas genetik sapi yang berkualitas, di tengah tantangan nasional (Impor daging sapi sebesar 50 persen dan Impor susu 80 persen). Tentu kolaborasi dengan para Inseminator yang selama ini bergerak di lapangan menjadi keharusan," imbuh AWK sambil memlnyebut ada 3 dari NTT yang bersama mereka mengikuti Bimtek, yakni Epin dan Diman dari Dinas Peternakan Manggarai Timur, dan Emil, peternak muda dari Ende. 

"Untuk konteks NTT, ini langkah awal untuk selanjutnya akan membuka Layanan IB sapi Gratis untuk seluruh masyarakat NTT dengan menyediakan Straw semen beku dari beberapa jenis sapi lokal juga eksotik, sapi potong ataupun perah; Bali, Pasundan, Limosin, Angus, Simental, sapi perah Jersey, Sapi Perah FH, dan lainnya," komit AWK.

--- Guche Montero

Komentar