Breaking News

EKONOMI Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39% pada Triwulan IV 2025, Permintaan Domestik Menguat 06 Feb 2026 08:41

Article image

JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Perekonomian Indonesia pada triwulan IV 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,39% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III 2025 yang sebesar 5,04% (yoy).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dengan capaian tersebut, ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,11% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang tercatat 5,03% (yoy).

Bank Indonesia (BI) menilai kinerja ekonomi pada akhir 2025 terutama ditopang oleh menguatnya permintaan domestik, seiring dengan berbagai bauran kebijakan yang ditempuh untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dengan tetap mempertahankan stabilitas makroekonomi.

“Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9–5,7% (yoy), didukung oleh penguatan permintaan domestik sejalan dengan bauran kebijakan yang terus ditempuh,” tulis BI dalam siaran persnya, Selasa (—).

BI menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas.

Konsumsi dan Investasi Menguat

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 terutama ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,11% (yoy), didorong oleh berbagai kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta meningkatnya mobilitas selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sementara itu, investasi tumbuh kuat sebesar 6,12% (yoy), terutama didorong oleh pertumbuhan investasi barang modal, baik bangunan maupun mesin dan perlengkapan.

Konsumsi pemerintah juga mencatatkan pertumbuhan 4,55% (yoy), sejalan dengan akselerasi realisasi belanja pemerintah pada akhir tahun. Adapun konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 5,90% (yoy), ditopang oleh meningkatnya aktivitas organisasi kemasyarakatan.

Di sisi eksternal, ekspor tetap tumbuh positif sebesar 3,25% (yoy), sejalan dengan masih kuatnya permintaan dari mitra dagang utama serta meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.

Kinerja Lapangan Usaha Positif

Dari sisi lapangan usaha (LU), hampir seluruh sektor ekonomi pada triwulan IV 2025 menunjukkan kinerja positif. Pengecualian terjadi pada LU Pertambangan serta LU Pengadaan Air, yang masih mengalami kontraksi.

Adapun sektor-sektor utama seperti Industri Pengolahan, Perdagangan, serta Informasi dan Komunikasi tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi. Kinerja positif sektor-sektor tersebut didorong oleh peningkatan permintaan domestik serta tetap terjaganya permintaan eksternal.

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tertinggi tercatat di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti oleh wilayah Jawa, Kalimantan, Sumatera, serta Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua). ***

--- Sandy Javia

Komentar