INTERNASIONAL Faktor Tekanan Diplomatik Pakistan, Israel Hapus Menlu dan Ketua Parlemen Iran dari Daftar Target Operasi 27 Mar 2026 21:05
"Israel memiliki koordinat mereka dan ingin melenyapkan mereka, kami memberi tahu AS bahwa jika mereka juga dieliminasi maka tidak ada lagi yang bisa diajak bicara, oleh karena itu AS meminta Israel untuk mundur," kata sumber tersebut.
TEL AVIV, IndonesiaSatu.co-- Israel menghapus Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Baqher Ghalibaf dari daftar target setelah adanya tekanan diplomatik, menurut sumber Pakistan yang mengetahui pembahasan tersebut.
Sumber tersebut mengatakan, Pakistan meminta Amerika Serikat (AS) menekan Israel agar tidak menargetkan dua pejabat tinggi Iran tersebut.
"Israel memiliki koordinat mereka dan ingin melenyapkan mereka, kami memberi tahu AS bahwa jika mereka juga dieliminasi maka tidak ada lagi yang bisa diajak bicara, oleh karena itu AS meminta Israel untuk mundur," kata sumber tersebut kepada Reuters, Kamis (26/3/2026) melansir Kompas.com.
Laporan itu menambah dimensi baru dalam upaya diplomasi yang tengah berlangsung di tengah konflik Iran dan Israel.
Pihak militer dan Kementerian Luar Negeri Pakistan belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut. Sementara itu, militer Israel juga menolak berkomentar, sedangkan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum merespons permintaan konfirmasi.
Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan bahwa kedua pejabat Iran itu untuk sementara dihapus dari daftar target Israel seiring adanya peluang pembicaraan damai. Mengutip pejabat AS, laporan itu menyebut penghapusan dilakukan selama empat hingga lima hari, tetapi tidak menjelaskan keterlibatan Pakistan.
Pakistan bersama Mesir dan Turkiye, disebut berperan sebagai mediator antara Teheran dan Washington dalam upaya mengakhiri konflik.
Islamabad juga menjaga komunikasi langsung dengan kedua pihak, di tengah terbatasnya saluran diplomatik bagi negara lain. Bahkan, Pakistan dipandang sebagai salah satu lokasi potensial untuk penyelenggaraan perundingan damai.
Di sisi lain, Iran sedang meninjau proposal 15 poin dari Presiden AS Donald Trump yang dikirim melalui Pakistan. Proposal tersebut mencakup sejumlah tuntutan, seperti penghapusan stok uranium yang diperkaya tinggi, penghentian pengayaan, pembatasan program rudal balistik, serta penghentian dukungan terhadap sekutu regional Iran.
Sumber dari kabinet Israel menyebut proposal itu menjadi bagian dari upaya mengakhiri perang.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan. Namun, Araghchi menyatakan bahwa Teheran masih meninjau proposal tersebut dan tidak berniat menggelar pembicaraan untuk mengakhiri konflik dalam waktu dekat.
Di tengah dinamika ini, pejabat Israel menegaskan bahwa tidak ada pejabat senior Iran yang kebal dari serangan.
Pekan lalu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa dirinya bersama Netanyahu memberi wewenang kepada militer untuk menargetkan pejabat tanpa perlu izin tambahan.
Ketika ditanya mengenai status Araghchi dan Ghalibaf dalam daftar target, juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani tidak memberikan jawaban pasti. Ia hanya mengatakan, "Asa proses ketat sebelum setiap operasi dan setiap serangan," seraya menambahkan, "Saya tidak akan membahas target potensial tertentu."
--- Guche Montero
Komentar