Breaking News

NASIONAL Gelar Diskusi Publik, FAN Angkat Tajuk Menohok; "Bedah Program Makan Siang dan Susu Gratis dalam Pelaksanaan dan Tantangan" 17 May 2024 16:33

Article image
Anggota DPD RI Dapil NTT dan Ketua Harian DPP FAN, Angelius Wake Kako (AWK) saat memberi keterangan pers. (Foto: tangkapan layar iNews Official)
"Harapan kita, program ini dapat menjadi momentum gotong-royong bersama, menjadi sebuah gerakan sosial yang melibatkan semua komponen masyarakat," kata Senator muda Dapil NTT itu.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Forum Aktivis Nasional (FAN) menggelar Diskusi Publik bertajuk "Bedah Makan Siang dan Susu Gratis dalam Pelaksanaan dan Tantangan"

Diskusi Publik yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang kompetensi tersebut digelar di Tegal Parang, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2024).

Beberapa Narasumber yang dihadirkan dalam Diskusi Publik tersebut yakni Luluk Nur Hamidah (Anggota Komisi IV DPR RI), Angelius Wake Kako (Anggota DPD RI Dapil NTT dan Ketua Harian DPP FAN), Arief Prasetyo Adi (Kepala Badan Pangan Nasional), dan Setyo Budiantoro (Peneliti).

Kepada media, Angelo Wake Kako mengatakan bahwa saah satu poin dan esensi penting dalam setiap kebijakan pemerintah yakni membangun manusia (memanusiakan manusia).

"Harapan kita, program ini dapat menjadi momentum gotong-royong bersama, menjadi sebuah gerakan sosial yang melibatkan semua komponen masyarakat," kata Senator muda Dapil NTT itu.

Senator AWK menegaskan, sebagai wakil rakyat di lembaga DPD RI, ia meminta agar daerah harus dilibatkan.

"Dalam pelaksanaan, daerah harus dilibatkan. Ini soal bagaimana membangun manusia (memanusiakan manusia, red) juga soal generasi masa depan bangsa. Daerah-daerah harus dilihat sebagai salah satu potret bertumbuhnya generasi bangsa sehingga tidak ada disparitas sosial yng timbul dari program ini," kata Angelo.

Ketua Harian DPP FAN itu mengharapkan agar program tersebut harus juga dilihat dari isi efektivitas dan efisiensi agar tidak menimbulkan konflik sosial baru di kemudian hari.

"Tentu ada pro dan kontra yang berkembang di tengah masyarakat terkait program ini. Itulah tantangan yang harus diantisipasi dengan langkah-langkah solutif, apalagi program ini menelan anggaran yang sangat besar. Jangan sampai program ini nihil output sehingga ibarat membuang garam ke laut," kata Senator AWK.

Selain menghadirkan para Narasumber Nasional yang berkompeten, Diskusi Publik tersebut juga diikuti oleh ratusan aktivis lintas generasi.

--- Guche Montero

Komentar