Breaking News

LINGKUNGAN HIDUP Giat Beach Clean Up; Wujud Komitmen PHC dan BTNK Jadikan Padar Sadar Wisata Tanpa Sampah 16 Aug 2025 19:47

Article image
Giat Beach Clean Up di sepanjang pantai Padar bagian Selatan yang diselenggarakan PT.Palma Hijau Cemerlang (PHC) Bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). (Foto: Dok.PHC)
"Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk teman-teman media. Mari bersama-sama jadikan Padar Pulau Sadar Wisata Tanpa Sampah," ajak Dian.

LABUAN BAJO, IndonesiaSatu.co-- Pihak PT. Palma Hijau Cemerlang (PHC) dalam kerjasamanya dengan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), melakukan giat beach clean up di sepanjang pesisir pantai bagian Selatan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Sabtu (16/8/2025). 

Kegiatan yang dimulai pada pagi hingga sore hari itu melibatkan berbagai elemen pemerhati lingkungan dan pelaku wisata, tamasuk dari unsur forkompimda Mabar, anggota TNI, kepolisian, komunitas IWP, KSP, BUMDes dari tiga wilayah Desa, hingga para awak media. 

Disaksikan media ini, sampah-sampah yang terdapat di sepanjang pesisir pantai, dikumpulkan dan dipisahkan. 

Sampah-sampah plastik kemudian dikumpulkan dan diisi ke dalam ratusan karung yang telah disiapkan, sementara sampah jenis kayu dikumpulkan jauh dari garis pantai. 

Ratusan karung sampah yang telah dikumpulkan kemudian diangkut menggunakan kapal motor untuk selanjutnya dihitung, ditimbang. 

Fungsi Pengamanan dan Kolaborasi Komitmen 

Dalam sesi konferensi pers, Direktur Utama PT. Palma Hijau Cerlang (PHC), Dian Sagita, menerangkan bahwa giat Beach clean up merupakan bagian dari fungsi pengamanan (patroli darat) yang intens dilakukan oleh PHC, selain patroli laut. 

Dian menjelaskan, kegiatan patroli darat sebelumnya dilakukan 10 hari sekali, namun belakangan seminggu sekali bahkan seminggu dua kali tergantung kebutuhan dan kondisi cuaca. 

Sementara patroli laut, sebelumnya dilakukan dua kali dalam sebulan, dan belakangan dilakukan setiap minggu, tergantung cuaca. 

Dian menerangkan, selain giat kebersihan, pihaknya juga intens melakukan identifikasi flora dan fauna, serta monitoring populasi komodo, bekerjasama dengan pihak BTNK, NDC dan KSP. 

"Tahun lalu, populasi komodo yang teridentifikasi yakni 34 ekor. Kami terus melakukan pendataan dan berharap populasinya terus meningkat," ungkap Dian. 

Dian menekankan bahwa kegiatan beach clean up bertujuan untuk mengajak setiap elemen agar berkolaborasi menyatukan rasa kepedulian terhadap lingkungan/alam sebagai salah satu potret penting dalam menunjang keberlanjutan pariwisata. 

"Dengan giat hari ini, kami ingin mengajak semua mata untuk bisa melihat Padar dari dekat. Jika tidak ada yang mau peduli dengan hal-hal positif demi kelestarian alam, siapa lagi yang harus bertanggung jawab?" ujarnya. 

Dian juga menyinggung, meski tidak berpenduduk dan berpenghuni, namun sejak giat pertama pada awal April 2025 dengan total 179 karung sampah terkumpul, kondisi sampah hari ini sangat menumpuk. 

"Siapa pun yang mengagumi Pulau Padar, harus juga peduli dan tergerak untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif yang berdampak terhadap kelestarian alam. Ini juga potret penting demi keberlangsungan pariwisata," imbuhnya. 

Dian menyatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk tetap intens melakukan giat serupa sembari melakukan analisa, evaluasi dan pertimbangan dengan kondisi cuaca dan musim terutama pada musim Angin Tenggara dan Barat. 

"Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk teman-teman media. Mari bersama-sama jadikan Padar Pulau Sadar Wisata Tanpa Sampah," ajak Dian. 

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Rani Siga, memberikan apresiasi atas keterlibatan dan antusiasme berbagai pihak dalam giat tersebut. 

Hendrikus mengatakan bahwa persoalan sampah menjadi isu dan masalah bersama, sehingga pencegahan dan penanganan harus menjadi tanggung jawab bersama. 

Ia mengakui bahwa sejauh ini area itu luput dari perhatian, namun tetap jadi perhatian para nature guide dan para petugas resort. 

"Tentu ada kesulitan sumber daya manusia, dana, sehingga butuh effort yang besar. Kegiatan hari ini wujud dari spirit collective action, bukan hanya collective talking. Kita butuh kolaborasi dan kerjasama berbagai elemen," kata Hendrikus. 

Ia menduga, sampah yang ada di sepanjang garis pantai Padar bagian Selatan itu merupakan 'sampah kiriman' dari daratan dan pemukiman; entah dari Sumba, Flores maupun Sumbawa. 

"Karena sesuai SOP BTNK, setiap wisatawan harus membawa pulang sampah. Apresiasi untuk komitmen pihak PHC dan keterlibatan berbagai elemen dalam giat hari ini. Mari bersama-sama lestarikan alam termasuk di Pulau Padar ini," ajaknya. 

--- Guche Montero

Komentar