Breaking News

REFLEKSI Hening: "Menyelam" Lebih Dalam 01 Nov 2023 12:02

Article image
Ilustrasi. (Foto: Divinemercy)
Dalam keheningan kita lebih mampu mengolah diri menjadi lebih seimbang dan damai.

Oleh Valens Daki-Soo


Irama hidup kita, terutama yang tinggal di kota besar seperti Jakarta ini, kerap amat riuh-ramai dengan berbagai aktivitas.

Hidup seperti dipacu dengan kecepatan tinggi. Iklim kerja yang kompetitif dan berorientasi prestasi bikin banyak orang melecut diri untuk mengerahkan segenap daya dan energi.

Dalam atmosfir seperti ini, boleh jadi kita bisa 'lupa diri' dan mengabaikan "saat hening". Padahal keheningan batin (juga 'keheningan lahir') diperlukan untuk menyemai ketenangan jiwa. Bukankah kedamaian hati adalah penangkal terbaik menghadapi iklim kehidupan yang penuh stresor ini?

Elaine N.Aron Ph.D., seorang pakar meditasi, dalam artikelnya berjudul "The Power of Inner Silence for the Highly Sensitive" (Kekuatan Keheningan Batin bagi Mereka yang Sangat Sensitif) berpendapat, "Apa yang saya maksud dengan keheningan batin? Jelas ini bukan keheningan luar. Di luar mungkin berisik, namun Anda bisa mengakses ketenangan di dalam. Menutup mata saja sudah menghilangkan 80 persen rangsangan pada otak Anda."

Lanjutnya, "Downtime sesaat bagi Orang yang sangat sensitif. Saya juga tidak bermaksud diam total. Mungkin lebih baik dikatakan pikiran yang lebih tenang. Lebih hening dan hening, tahapan keheningan. Namun keheningan batin yang hampir sempurna bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai."

Anda tidak perlu menjadi seorang mistikus untuk mencapai keadaan ini. Beberapa bentuk meditasi dapat membawa Anda pada keheningan yang sangat mendalam, terutama dengan latihan sehari-hari.

Anda mungkin pernah menemukan keheningan batin yang mendalam sebelumnya, mungkin pertama kali di masa kanak-kanak, di bawah pohon.

Sangat wajar jika Anda memulai latihan dan melakukannya secara teratur, keheningan yang mendalam ini akan dialami sampai taraf tertentu dalam beberapa hari atau minggu, bukan bertahun-tahun.

Jika latihan sehari-hari (waktu di alam terbuka, yoga, doa, konsentrasi, kontemplasi) tidak membawa Anda ke sana, Anda mungkin mempertimbangkan menambahkan beberapa waktu dengan latihan yang sesuai (tanpa harus membuang yang lain, yang mungkin memiliki nilai penting lainnya bagi Anda) .

Akhirnya, ketika Anda mengembangkan keheningan batin itu, Anda mungkin dengan mudah mengalihkan perhatian Anda ke sana sepanjang hari.

Seringkali sangat mudah untuk menemukan dan menikmatinya di mana pun Anda berada. Itu tidak mengganggu apa yang Anda lakukan karena tidak ada isinya.

Anda melanjutkannya kurang lebih seperti biasa, tetapi keadaan otak secara keseluruhan terasa berbeda.

Sahabat, dalam lautan keheningan kita bisa menyelam lebih jauh ke kedalaman diri. Di 'kedalaman' itu, kita lalu lebih mudah menyapa Yang Ilahi, serentak melihat diri, sesama dan alam semesta sebagai bagian dari samudera cinta Sang Khalik.

Dalam keheningan, kita lebih mampu mengenal jatidiri sendiri, mengendapkan segala pengalaman sebagai pelajaran untuk esok hari, bersujud syukur atas segala anugerah Ilahi, dan melihat segalanya dengan bening hati.

Dalam keheningan kita lebih mampu mengolah diri menjadi lebih seimbang dan damai. ***


Penulis adalah peminat filsafat dan psikologi, pengusaha dan politisi, Pendiri & Pemimpin Umum IndonesiaSatu.co

Komentar