Breaking News

PENDIDIKAN Jadi Inspektur Upacara di SDK Wololele B, Kapolsek Wolowaru: Ini Wujud Kolaborasi Kepolian dengan Lembaga Pendidikan 20 Apr 2026 18:02

Article image
Kapolsek Wolowaru, IPDA Ubaldus Maku, S. Sos, saat menjadi inspektur upacara bendera di SDK Wololele B, Wolowaru, Ende. (Foto: Che/IndonesiaSatu.co)
"Untuk semua anak-anak; belajarlah dengan benar, karena kalian adalah penerus bangsa. Mungkin nanti ada di antara kalian yang bisa menjadi Polisi, TNI atau profesi apa pun, maka dari itu manfaatkanlah sebaik mungkin kesempatan yang baik ini," pesan Kapol

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), IPDA Ubaldus Maku, S. Sos, berkesempatan menjadi inspektur upacara pada upacara bendera di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Wololele B, Wolowaru, Senin (20/4/2026) pagi Wita.

Dalam arahannya, Kapolse Ubaldus mengingatkan segenap siswa-siswi bahwa upacara bendera bukan sekadar rutinitas, melainkan harus dimaknai sebagai momentum untuk melatih tanggung jawab, memupuk jiwa patriotik, serta menanamkan kembali nilai-nilai dan semangat nasionalisme bagi para guru dan setiap individu (siswa/siswi) yang ada di lembaga pendidikan tersebut.

"Upacara bendera tidak hanya seremoni, tetapi di dalamnya terkandung makna dan nilai sejarah yang berkaitan dengan perjuangan para pahlawan kemerdekaan Bangsa kita, juga para pahlawan di bidang pendidikan. Ini penting untuk membangun karakter dan jati diri kita demi menatap masa depan yang cerah," kata Kapolsek Ubaldus.

Kapolsek juga menyinggung pesan Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam kunjungan ke SMA Negeri 1 Wolowaru beberapa hari sebelumnya.

"Pesan Gubernur kita terkait arah pendidikan kita ke depan ada tiga hal penting yakni aspek Akademik (intelektual), Karakter (tata krama, perilaku, budi pekerti, dan aspek Kewirausahaan (keterampilan, bakat)," sebut Kapolsek.

Kapolsek Ubaldus juga menyinggung penggunaan android (gadget) secara berlebihan dan dampak-dampak negatif yang bisa merusak masa depan anak-anak.

Kapolsek juga menyentil fenomena model pembinaan di lingkungan sekolah yang cenderung ditanggapi secara keliru oleh para orang tua.

"Jika ada persoalan terkait model pembinaan anak di sekolah, ada ruang dialog, mediasi dan cara penyelesaian masalah yang santun; tidak harus lapor ke polisi," singgungnya.

Selain menyampaikan terima kasih kepada lembaga pendidikan SDK Wololele B atas kepercayaan, Kapolsek Ubaldus juga memberi apresiasi dan penghargaan kepada segenap peserta upacara bendera yang tampil sangat baik, serta apresiasi kepada salah seorang siswa, Randy yang telah menjawab dua hal dari lima ikrar pelajar.

Pada akhir amanatnya, Kapolsek Ubaldus kembali mengingatkan segenap pemangku kepentingan di lembaga SDK Wololele B untuk belajar dari pengalaman YBR, siswa SD di Ngada yang meninggal karena bunuh diri.

"Jangan sampai ada tindakan yang di luar kontrol sekolah dan orang tua. Jika ada persoalan, sampaikan kepada guru dan orang tua. Untuk semua anak-anak; belajarlah dengan benar, karena kalian adalah penerus bangsa. Mungkin nanti ada di antara kalian yang bisa menjadi Polisi, TNI atau profesi apa pun, maka dari itu manfaatkanlah sebaik mungkin kesempatan yang baik ini," pesan Kapolsek.

Kolaborasi dan Kerjasama

Kepada media ini, Kepala Sekolah SDK Wololele B, Drs. Aurelius G. V. Dorelagu, atas nama lembaga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kesediaan Kapolsek Wolowaru bersama jajaran yang telah hadir memberi motivasi dan pesan-pesan edukatif yang tentu bermanfaat bagi segenap satuan pendidikan.

"Apresiasi dan terima kasih atas pesan-pesan edukatif Kapolsek; mencegah bullying di lingkungan sekolah juga himbauan penggunaan media sosial (medsos) secara baik dan bijak sehingga tidak merugikan diri dan lembaga pendidikan. Ini pengalaman pertama bagi kami dan terutama anak-anak; Kapolsek jadi Pembina saat upacara bendera di sekolah," kata Kepsek Aurelius.

Kepsek Arin mengaku, anak-anak sangat senang dan termotivasi dengan kehadiran Kapolsek.

"Ini wujud kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pihak kepolisian. Ini juga bagian dari pendidikan karakter saat mental anak-anak mulai dibentuk, rasa percaya diri, juga tanggung jawab sebagai petugas upacara bendera," lanjut Kepsek Aurelius.

Kepsek Aurelius mengatakan, ke depan kolaborasi dan kerja sama tersebut akan terus dibangun guna membentuk karakter peserta didik.

"Kami akan terus menjalin kerja sama dengan Polsek Wolowaru untuk membina dan melatih para siswa dalam memimpin upacara bendera dan pembentukan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler," ujar Kepsek Aurelius.

Emanuel Nanga Wangge, siswa kelas VI yang tampil sebagai pemimpin upacara mengaku sangat senang dan bangga karena bisa tampil di depan Kapolsek.

"Awalnya saya sedikit gugup. Namun saya yakin saya bisa tampil dengan baik karena sudah dibina oleh para guru untuk tampil percaya diri dan tidak boleh takut kalau ingin maju," kesan Angga yang bercita-cita ingin jadi Polisi itu.

Disaksikan media ini, usai upacara bendera, sebagaimana rutinitas harian di sekolah tersebut setiap siswa menyalami Kapolsek, Kepala Sekolah, serta para guru dan tenaga pendidikan.

--- Guche Montero

Komentar