REGIONAL Josef Nae Soi: Tradisi Berburu Ikan Paus Lamalera Harus Jadi Destinasi Unggulan 25 Apr 2018 20:08
“Saya harap nelayan Lamalera tidak khawatir. Saya akan bicara dengan Menteri Kelautan, Susi Pujiastuti soal ini. Ini budaya unik yang harus terus dilestarikan,” ungkap Nae Soi.
LEWOLEBA, IndonesiaSatu.co-- “Tradisi penangkapan ikan paus yang adalah warisan leluhur. Ini tidak ada duanya di dunia. Hanya ada di Lamalera. Karena itu, tidak boleh ada larangan apalagi menghilangkan. Saya bersama Viktor akan serius dan komit menjaga tradisi ini. Seharusnya Undang-Undang (UU) menyesuaikan dengan tradisi dan budaya setempat.”
Demikian diungkapkan calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (cawagub NTT), Josef Nae Soi saat mengadakan kampanye dialogis di Lefo Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Lewoleba, kabupaten Lembata, Minggu (22/4/18) seperti dilansir radarntt.co.
Josef yang berpasangan dengan calon Gubenur NTT, Viktor Bungutilu Laiskodat (Paket Victory-Joss) ini berkomitmen akan memperjuangkan tradisi berburu dan menangkap ikan paus di Lamalera, Lembata tersebut sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di daerah itu.
“Saya harap nelayan Lamalera tidak khawatir. Saya akan bicara dengan Menteri Kelautan, Susi Pujiastuti soal ini. Ini budaya unik yang harus terus dilestarikan,” ungkap mantan anggota DPR RI dua periode ini.
Adapun tradisi berburu ikan paus yang diwariskan secara turun-temurun di Lamalera ini, masih terganggu dengan upaya konservasi yang masih terus dikampanyekan. Namun upaya tersebut mendapat respon penolakan keras dari para nelayan Lamalera yang beranggapan hal itu sudah menjadi tradisi mereka. Karena itu, Cawagub Nae Soi menjamin warisan tradisi ini akan tetap dilestarikan dan tidak boleh dihilangkan.
“Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian serius terhadap destinasi wisata unggulan ini. Sebab, budaya ini unik dan tidak ada duanya di dunia” lanjut penasehat Menteri Hukum dan HAM ini.
Benahi Infrastruktur
Pada kesempatan itu, Nae Soi juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan menuju Lamalera yang terkesan seperti berjalan di atas pucuk gelombang.
“Bagaimana mau berbicara tentang destinasi wisata dunia tetapi akse transportasi (jalan) sangat memprihatinkan. Saya yang baru lewat saja sudah merasa badan sakit, apalagi bapak-ibu yang setiap hari melintasi jalan itu,” keluhnya.
Karena itu, di hadapan masyarakat Lamalera Josef berkomitmen jika diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin NTT lima tahun mendatang pada 27 Juni 2018, Victory-Joss akan membenahi infrasttruktur yang masih menjadi keluhan dan keprihatinan di NTT.
“Jika kami diberi kepercayaan untuk memimpin NTT, maka dalam waktu tiga tahun jalan ini sudah tuntas. Kalau jalan ini non-status, maka saya akan bicarakan dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) agar menjadi jalan provinsi sehingga segera diaspal,” kata politisi Golkar ini.
Nae Soi juga menjelaskan niat dan alasannya bersama Cagub Viktor Laiskodat kembali ke NTT.
“Kami tidak pulang ke NTT untuk mencari jabatan. Kami hanya ingin mengabdi dan membawa perubahan bagi NTT. Kami malu dengan predikat NTT yang selalu dikategorikan provinsi termiskin, terbodoh dan terkorup. Kami mau menghilangkan stigma itu agar NTT bisa bangkit dan sejahtera,” tegasnya.
Hal senada juga ditegaskan Juru kampanye, Honing Sani, Kristo Blasin dan Johanes Derosari. Honing meminta Victory-Joss agar meyakinkan pemerintah pusat dan juga dunia bahwa tradisi berburu Paus di Lamalera ini difasilitasi secara serius agar tidak meresahkan para nelayan.
“Hanya ada dua hal yang harus difasilitasi secara serius yakni jalan dan nelayan Lamalera tidak lagi diresahkan dengan masalah konservasi. Saya yakin Victory-Joss bisa memfasilitasi ini. Jadi pilihan kita hanya Victory-Joss” kata Honing.
Kristo Blasin menambahkan bahwa tradisi penangkapan ikan paus yang unik ini tidak boleh punah. Menurutnya, dari tradisi ini, Lamalera melahirkan banyak orang hebat bagi gereja, bangsa dan negara.
“Agar tradisi ini tidak punah, kita butuh pemimpin seperti Victory-Joss yang berani membuat terobosan dan perubahan di NTT termasuk di Lamalera ini. Mari kita berikan mandat itu kepada mereka pada 27 Juni nanti,” kata mantan Wakil Ketua DPRD NTT ini.
Sementara Johanes Derosari dalam orasinya meyakinkan masyarakat terkait ketokohan Viktor dan Nae Soi yang sudah teruji hingga ke level nasional. Menurutnya, kedua tokoh ini sudah selesai dengan diri sendiri dan tidak pernah terlibat korupsi.
“Ini saatnya mereka menunjukkan kepedulian kepada masyarakat NTT. Untuk bangkit dan sejahtera, NTT butuh pemimpin dengan karakter teruji, berani dan memiliki akses (networking) yang luas seperti Victory-Joss. Mari kita menangkan Victory-Joss agar bisa menyembuhkan semua penyakit kronis yang ada di NTT terutama masalah air, jalan dan listrik,” ajak Wakil Ketua DPRD Lembata ini.
--- Guche Montero
Komentar