Breaking News

OLAHRAGA Kalahkan Juara Bertahan, Madison Keys Juara Australian Open 2025 26 Jan 2025 02:13

Article image
Petenis Amerika Serikat, Madison Keys dengan trofi juara Australian Open 2025. (Foto: REUTERS)
"Saya begitu menginginkan gelar ini sejak lama. Saya tak pernah tahu apakah bisa berada di posisi ini lagi (di masa depan)," ujar Keys usai laga.

MELBOURNE, IndonesiaSatu.co-- Petenis Amerika Serikat, Madison Keys menjadi juara tunggal putri Australian Open 2025 usai menundukkan juara bertahan, Aryna Sabalenka di final dengan skor 6-3, 2-6, 7-5 dalam waktu 2 jam 4 menit.

Ini menjadi grand slam pertama dalam karier petenis Amerika Serikat tersebut.

Bertanding di Rod Laver Arena, Sabtu (25/1/2025), Keys yang merupakan unggulan ke-19 tidak gentar melawan Sabalenka yang mengincar gelar ketiga secara beruntun.

Kemenangan atas Iga Swiatek di babak semifinal telah menunjukkan betapa tangguhnya wanita 29 tahun itu.

Pada set pertama, Keys dua kali mematahkan servis Sabalenka untuk unggul 5-1 dalam enam gim pertama.

Sabalenka sempat mengejar hingga 3-5 dengan ikut mematahkan servis Keys, namun dibalas di gim sembilan untuk mengunci skor 6-3.

Pada set kedua, pertandingan berjalan lebih alot, namun Sabalenka tak pernah kehilangan poin dalam empat servis yang ia miliki dan berhasil mematahkan servis Keys dua kali untuk mengamankan kemenangan 6-2.

Set penentuan berjalan lebih cepat dari sebelumnya karena tidak ada break point yang terjadi di 11 gim pertama.

Sabalenka dan Keys mengamankan poin dari servis masing-masing hingga skor menjadi 6-5.

Baru di gim ke-12, Keys mematahkan servis Sabalenka.

Pukulannya ke sudut kanan tidak mampu dijangkau petenis Belarusia itu untuk memastikan kemenangan 7-5.

Ini menjadi kemenangan pertama Keys di final grand slam usai kalah di final US Open 2017 dari Sloane Stephens.

"Saya begitu menginginkan gelar ini sejak lama. Saya tak pernah tahu apakah bisa berada di posisi ini lagi (di masa depan)," ujar Keys usai laga, dikutip BBC.

Sementara bagi Sabalenka, ini menjadi kekalahan kedua di final grand slam usai tumbang dari Coco Gauff di final US Open 2023.

Ia juga gagal mengikuti jejak Martina Hingis yang meraih tiga gelar beruntun di Australian Open.

"Madison luar biasa dan saya tak bisa berbuat apa-apa," ujar Sabalenka.

"Saya akan tampil lebih baik di kesempatan berikutnya," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar