Breaking News

INVESTASI Kawasan Selatan Indonesia Punya Potensi Menjanjikan, Presiden Prabowo Subianto Diminta Segera Wujudkan Kerjasama Investasi 27 Jul 2025 10:29

Article image
Direktur Institute for Research,Consultation and Information of International Investment (IRCI) dan Pemimpin Umum bisnismondial.com, Gabriel de Sola. (Foto: Dokpri GS)
"Saatnya Kabinet Merah Putih di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadikan Kawasan Selatan Indonesia menjadi Kawasan Investasi Bahari Internasional seperti negara-negara di Kawasan Laut Mediterania dan Samudera Atlantik," kata Gabriel.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Untuk mempercepat dan menarik investasi nasional dan internasional, Presiden Prabowo Subianto diminta untuk segera wujudkan Kerjasama Investasi Kawasan Selatan Indonesia; mulai dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Provinsi Maluku, dan Provinsi Papua Selatan. 

Hal itu disampaikan Direktur Institute for Research,Consultation and Information of International Investment (IRCI) dan Pemimpin Umum bisnismondial.com, Gabriel de Sola.

Dalam keterangan kepada media ini, Sabtu (26/7/2025), Gabriel mengaku permintaan itu disampaikan pasca mengunjungi kota dan negara bisnis internasional seperti Montecarlob(Monaco), Nice, Marseille (Perancis), Barcelona (Spanyol) dan Lisbon (Portugal).

Gabriel berharap, Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto segera mempercepat realisasi Kerjasama Investasi Kawasan Selatan Indonesia; mulai dari NTT menjadi Lumbung Garam Internasional, Destinasi Pariwisata Dunia, Lumbung Ternak Nasional dan Pusat Emergi Baru Terbarukan.

Selain itu, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) segera meningkatkan fasilitas Bandara El Tari dan Tambolaka agar menjadi Bandara Internasional dan Pelabuhan Tenau menjadi Pelabuhan Samudera, dan Katewel di Sumba Barat Daya menjadi Pelabuhan Marina Dunia. 

Sementaran di Maluku, permintaan untuk segera merealisasikan Investasi Blok Migas Marsela, Investasi Sektor Perikanan dan Mutiara kelas internasional. 

Sedangkan di Papua Selatan, perlu diperkuat investasi menjadi Lumbung Pangan Internasional dan Energi Hijau Dunia. 

Di Merauke, sebut Gabriel, segera dibangun Pelabuhan Samudera dan Bandar Udara Internasional untuk jalur transportasi dan perdagangan internasional Kawasan Pasifik. Menurut Gabriel, selama ini Kawasan Selatan Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dan Benua Australia, belum menjadi perhatian serius Pemerintahan NKRI sejak dipimpin Bung Karno hingga pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). 

"Saatnya Kabinet Merah Putih di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadikan Kawasan Selatan Indonesia menjadi Kawasan Investasi Bahari Internasional seperti negara-negara di Kawasan Laut Mediterania dan Samudera Atlantik," kata Gabriel. 

Gabriel beralasan, Indonesia bisa menguasai investasi internasional di Kawasan Selatan Indonesia yang berhadapan dengan Samudera Hindia dan Benua Australia serta Kawasan Negara-Negara Pasifik. 

"Kami optimis, Presiden Prabowo Subianto yang memiliki jejaring bisnis internasional dan fasih berbahasa asing dapat merealisasikannya," kata de Sola optimis. Khusus Timor Leste, lanjut Gabriel, NKRI bisa mendorong dan mendukung Timor Leste seperti Negara Monaco (Montecarlo). 

"Saatnya fokus kerja keras dan kerja cerdas jajak Kerjasama Investasi Kawasan Selatan Indonesia," tegas Gabriel.

--- Guche Montero

Komentar