Breaking News

REGIONAL Kecam Aksi Intoleran di Tangsel, Erik Rede: Kebhinekaan Adalah Jati Diri Bangsa 08 May 2024 21:28

Article image
Bakal Calon Bupati Ende, Erikos Emanuel Rede ikut menyoroti peristiwa intoleransi di Tangsel.(Foto: Dok. Ist)
"Pancasila Konstitusi negara sudah jelas menjadi pedoman, tanpa kompromi. Jangan biarkan para perusak kebhinekaan, mengoyak toleransi umat beragama. Belajarlah toleransi dari Ende, dari NTT," ajak Erik.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Peristiwa intoleransi berupa pengeroyokan terhadap mahasiswa dan mahasiswi Katolik yang sedang melaksanakan ibadah Rosario di kampung Poncol, jalan Ampera, kelurahan Babakan, kecamatan Setu, kota Tangerang mendapat kecaman dan sorotan dari sejumlah tokoh.

Dari bumi rahim Pancasila Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Erikos Emanuel Rede menyebut peristiwa tersbut sebagai aksi intoleran berbau Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA) yang mengoyak Kebhinekaan Indonesia dan nilai luhur Pancasila yang memuat pengakuan negara terhadap hak asasi umat beragama.

"Negara melalui aparat kepolisian harus segera menyikapi peristiwa intoleran ini dan memproses hukum para pelaku yang terlibat sebagai provokator kejadian," kata Erik Rede kepada media ini, Rabu (8/5/2024).

Mantan Bupati Ende ini mengatakan, Negara telah menjamin kebebasan setiap umat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

"Pancasila Konstitusi negara sudah jelas menjadi pedoman, tanpa kompromi. Jangan biarkan para perusak kebhinekaan, mengoyak toleransi umat beragama. Belajarlah toleransi dari Ende, dari NTT," ajak Calon Bupati Ende untuk Pilkada 2024 itu.

Erik menyinggung pasal 29 ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi: "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya."

Erik yang juga mantan aktivis PMKRI itu mendesak Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk segera menangkap dan memproses hukum para pelaku intoleran tersebut.

"Jangan biarkan kasus intoleransi merajalela. Mari merawat dan mengamalkan kebhinekaan. Toleransi sudah menjadi jati diri kami di Ende, NTT. Kami mencintai NKRI karena kebhinekaan dan keberagaman," tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar