MEGAPOLITAN Kecelakaan KRL di Bekasi, Dirut KAI: Meninggal 7 Orang, Dirawat 81 dan 3 Masih Terperangkap 28 Apr 2026 09:54
Ia menjelaskan proses evakuasi berlangsung cukup lama karena dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga keselamatan korban.
BEKASI, IndonesiaSatu.co - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengatakan korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta Commuter Line (KRL) di Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam bertambah menjadi tujuh orang.
Hal itu dikatakannya dalam konferensi pers yang memantau perkembangan terkini terkait kecelakaan tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, pada Selasa pukul 06.30 WIB.
Bobby mengatakan selain korban meninggal, terdapat 81 penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan, sementara sebanyak 3 korban masih terperangkap di dalam kereta. Kini petugas dari Basarnas sedang melakukan evakuasi terhadap penumpang yang terperangkap tersebut.
“Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” kata Bobby dalam keterangannya dikutip melalui tayangan video yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet di Jakarta, Selasa pagi.
Ia menjelaskan proses evakuasi berlangsung cukup lama karena dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga keselamatan korban.
“Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” ujarnya.
Bobby mengatakan, seluruh rangkaian Kereta Argo Bromo Anggrek – kereta yang menabrak - yang terdiri atas 12 gerbong telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
“Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan, jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi,” ujarnya.
Saat ini, KAI bersama Basarnas tengah mempersiapkan proses evakuasi lokomotif dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, khususnya bagi korban yang masih terperangkap.
Ia mengatakan bahwa jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta, meski layanan Commuter Line masih dibatasi hingga Stasiun Bekasi.
Sebelumnya, terjadi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) yang melibatkan rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL. KRL tersebut sementara berhenti di Stasiun Bekasi Timur, lalu datang Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan menabrak dari belakang. Seperti diketahui, penumpang di gerbong paling belakang dan depan diperuntukkan bagi kaum perempuan. *
--- F. Hardiman
Komentar