Breaking News

HANKAM Kodam Baru di NTT, Sinergi TNI dan Pemprov Diperkuat untuk Stabilitas dan Pembangunan 24 Sep 2025 11:11

Article image
Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Ruang VIP Pemda Lanud El Tari Kupang, Selasa (23/6/2025). (Foto: ist)
Kehadiran Kodam baru di NTT sangat penting untuk memperkuat stabilitas keamanan, mengingat wilayah ini berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia. Ia pun meminta dukungan Pemerintah Provinsi NTT terutama dalam penyediaan lahan dan fasilitasi pe

KUPANG, IndonesiaSatu.co — Rencana pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi bagian dari strategi TNI Angkatan Darat pada 2026. NTT ditetapkan sebagai salah satu dari lima provinsi prioritas bersama Papua Tengah, Papua Barat Daya, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Maluku Utara.

Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, menyampaikan bahwa pembangunan Kodam baru di NTT akan diiringi sejumlah program strategis. “Fokus pembangunan tahun 2026 untuk NTT mencakup pendirian dua komando resor militer (Korem) di Flores, lima brigade infanteri (Brigif), satu rumah sakit TNI AD, dan 22 batalyon. Kami juga menyiapkan personel agar siap ditempatkan di Kodam baru,” kata Piek dalam audiensi dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Kupang, Selasa (23/6/2025).

Menurutnya, kehadiran Kodam baru di NTT sangat penting untuk memperkuat stabilitas keamanan, mengingat wilayah ini berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia. Ia pun meminta dukungan Pemerintah Provinsi NTT terutama dalam penyediaan lahan dan fasilitasi pembangunan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan dukungan penuh atas langkah tersebut. “Kami berkomitmen menjalin koordinasi erat dengan jajaran TNI dan seluruh aparat keamanan demi menciptakan iklim pembangunan yang kondusif, stabilitas keamanan, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Audiensi ini juga dihadiri sejumlah pejabat strategis, antara lain Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Zet Tadung Allo, Komandan Lanud El Tari Marsma TNI Somad, Komandan Koarmada VII Laksda TNI Joni Sudianto, Danrem Kupang Brigjen TNI Hendro Cahyono, serta Wakil Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq.

Bagi NTT, kehadiran Kodam baru bukan hanya soal pertahanan. Pembangunan ini diyakini dapat mendorong sinergi lintas sektor, mulai dari infrastruktur, kesehatan, hingga dukungan logistik di wilayah kepulauan. Dengan kondisi geografis yang menantang, Kodam baru diharapkan memberi dampak ganda: memperkuat keamanan sekaligus mempercepat pembangunan di provinsi yang menjadi beranda selatan Indonesia. ***

--- Sandy Javia

Komentar