Breaking News

REGIONAL Komit Tingktkan Akses Layanan Kesehatan, Bupati Ngada Resmikan RSUD Bajawa di Late 27 Jan 2024 09:44

Article image
Bupati Ngada, Andreas Paru didampingi Wakil Bupati Raymundus Bena menandatangani prasasti saat meresmikan RSUD Bajawa di Late. (Foto: Florespos.net)
"Fokus pembangunan rumah sakit ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Ngada; untuk mewujudkan masyarakat Ngada yang unggul; di mana masalah kesehatan merupakan hal utama," kata Bupati.

BAJAWA, IndonesiaSatu.co-- Bupati Ngada, Andreas Paru meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD ) Bajawa di Late, Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Jumat (26/1/2024).

Peresmian RSUD Bajawa tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti, pembukaan selubung papan nama dan pengguntingan pita oleh Bupati Andreas Paru, didampingi Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena.

Direktris RSUD Bajawa, dr. Paulina H. H. Pelletimu, M.Kes, Sp.Rad dalam laporannya mengatakan bahwa pembangunan RSUD Bajawa di Late tahap pertama tahun 2022 menggunakan dana Pinjaman Daerah dari Bank NTT sebesar Rp. 24.167.318.813,00.

"Tahap pertama tersebut telah dibangun 14 unit Poli untuk rawat jalan, Gedung IPSRS, Gedung Logistik, Gudang Farmasi, Gedung GWT, Gedung Gardu PLN , Pagar keliling, pekerjaan persiapan, Site Development dan Infrastruktur," kata dr. Paulina melansir Florespos.net

Sementra pembangunan tahap kedua tahun 2023 dengan pembiayaan sebesar Rp. 10.000.000.000 bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Spesifik Grant.

"Anggaran itu untuk pembangunan Gedung Genset, TPS, Insenerator, IPAL, Paving dan Casting (parkiran)," bebernya.

Sedangkan Dana tahap ketiga tahun 2024 dengan pembiayaan sebesar Rp 20 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) (APBN) dan DAU Spesifik Grant untuk melengkapi prasarana dan sarana dengan rincian anggaran sebesar Rp. 16.949.788.000,00 yang bersumber dari DAK; dan Rp. 3.100.000.000,00 bersumber dari DAU Spesifik Grant untuk pembangunan.

"Anggaran itu untuk pembangunan Gedung IGD, dan Gedung Rawat Inap Ibu dan Anak," beber dr. Paulina.

Komitmen Pemerintah Ngada

Bupati Ngada, Andreas Paru kepada wartawan usai persemian mengatakan bahwa awal pembangunan gedung baru RSUD Bajawa di Late menggunakan dana pinjaman dari total pinjaman Rp 84 miliar lebih; digunakan sekitar Rp 24 miliar lebih untuk pembangunan Rumah Sakit baru ini.

"Komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada untuk membangun Rumah Sakit baru di Late ini didasarkan pada kondisi RSUD Bajawa kelas C yang ada saat ini sudah tidak memadai di mana dibangun tahun 1978," kata Bupati Andre.

Bupati menyinggung, dengan perkembangan Kota Bajawa di mana pertumbuhan penduduk yang juga semakin berkembang, tentunya hal itu sudah sangat tidak memungkinkan untuk bertahan dengan kondisi yang ada (tidak memadai, red) untuk memberikan pelayanan kesehatan maksimal bagi masyarakat.

"Fokus pembangunan rumah sakit ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Ngada; untuk mewujudkan masyarakat Ngada yang unggul; di mana masalah kesehatan merupakan hal utama," kata Bupati.

Menurutnya, keputusan yang diambil memang cukup sulit karena keuangan yang terbatas akibat pandemi Covid-19.

Keterbatasan fiskal daerah membuatnya bersama Wakil Bupati dengan persetujuan DPRD Ngada melakukan pinjaman daerah.

Dijelaskan, pelayanan kesehatan di RSUD Bajawa di Late masih untuk tiga poliklinik, sedangkan yang lainnya tetap di Gedung lama yang ada di kota Bajawa dan tentunya perlahan-lahan akan dipindahkan semuanya sesuai dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang akan dibangun secara perlahan pula.

Peresmian gedung RSUD Bajawa di Late diawali dengan seremoni adat dan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Koordinator Kevikepan Bajawa, RD Gabriel Idrus didampingi sejumlah imam konseleran.

Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Theodisius Yosefus Nono, anggota DPRD Kabupaten Ngada Cyrillus Patiwuli, Stanis Pati dan Hilarius Muga, sejumlah pimpinan perangkat daerah, para camat, kepala desa, tokoh masyarakat, masyarakat Desa Pape dan Turekisa.

--- Guche Montero

Komentar