Breaking News

INFRASTRUKTUR Kondisi Aspal Sudah Rusak Sebelum Digunakan, Tokoh Muda Keo Tengah Soroti Proyek Jalan Mauponggo-Puuwada 18 Mar 2026 14:33

Article image
Kondisi proyek jalan Mauponggo-Puuwada. (Foto: tangkapan layar video Tribun Flores.com)
Proyek yang bersumber dari APBN dengan anggaran yang fantastis itu dinilai bermasalah oleh banyak pihak karena kondisi aspal yang sudah pecah dan rusak di beberapa titik.

NAGEKEO, IndonesiaSatu.co-- Tokoh Muda Keo Tengah, Sandro Adja, menyoroti proyek pembangunan jalan yang menghubungkan kecamatan Mauponggo dengan kecamatan Keo Tengah yang melewati Desa Kotagana, Desa Ngera, Desa Lewa Ngera.

Dalam keterangan kepada media ini, Rabu (18/3/2026), Sandro mengungkapkan rasa pesimisnya kepada para pelaksana proyek terkait kesesuaian kontrak dan standar pekerjaan berdasarkan hasil yang ada di lapangan.

"Terkait kondisi jalan jalur Mauponggo-Maunori yang lagi dikerjakan oleh CV. Ratu Orzora, ada keraguan atau rasa pesimis dari saya bahwa dugaan ketidaksesuaian kontrak atau spesifikasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lapangan. Hal ini terbukti karena ruas jalan yang baru dikerjakan ini sudah dalam kondisi rusak parah, padahal belum digunakan oleh warga masyarakat," sorot Sandro yang kini menjabat sebagai Kepala Desa Pautola itu.

Mantan Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Asal Nagekeo (PERMASNA) Kupang itu juga menegaskan bahwa infrastruktur adalah nadi perekonomian yang akan membuka peluang investasi dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Infrastruktur jalan adalah nadi dari perekonomian. Jika kondisi ini tidak dituntaskan dengan baik, maka ekonomi kita tidak akan mengalami perubahan setiap tahun. Infrastruktur yang memadai seperti jalan, jembatan,irigasi, maupun listrik, akan mengurangi biaya logistik dan lebih meningkatkan nilai tambah sektor pertanian sekaligus membuka peluang investasi," kata Sandro.

Kader muda Keo Tengah ini berharap pemerintah benar-benar mengerjakan secara total jalur yang menghubungkan dua kecamatan yaitu kecamatan Mauponggo dan kecamatan Keo Tengah; juga beberapa Desa seperti Desa Keliwatulewa, Desa Kota Gana, Desa Ngera, Desa Lewa Ngera, Desa Wajo.

Terhadap kondisi tersebut, Ketua Germas Forkoma PMKRI Kabupan Nagekeo itu meminta semua pihak terutama anggota DPRD dapil II untuk melakukan pengawasan.

"Tugas kita terus memantau perkembangan pekerjaan sampai tuntas. Saya juga mengharapkan agar anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, khususnya anggota DPRD dapil 2 Mauponggo dan Keo Tengah, memberi atensi khusus dan ikut mengawasi penyelesaian pekerjaan," tegasnya.

Menurut Sandro, masyarakat bersyukur kepada pemerintah kabupaten yang telah berupaya menyampaikan persoalan ini ke pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), NTT sehingga usulan itu langsung direspon Dirtjen Kementrian Pekerjaan Umum.

Mantan aktivis PMKRI Cab Kupang ini juga menyadari bahwa realisasi proyek tersebut tidak terlepas dari peran para tokoh Nagekeo yang ada di Jakarta.

"Tentu pekerjaan ini berkat kontribusi para tokoh Nagekeo di Jakarta melalui lobi dan Negosiasi. Saatnya, masyarakat perlu mengawal proyek tersebut agar sungguh berdampak bagi masyarakat dalam jangka panjang, tidak semata laporan di atas kertas," tandanya.

Sebelumnya, sebagaimana ditayangkan TribunFlores.com, proyek pembangunan jalan ini merupakan Paket Pekerjaan Jalan Inpres Daerah Tahun Anggaran 2025 dengan 2 paket pekerjaan yakni: Preservasi Jalan Mauponggo-Puuwada 1, dengan metode E-purchasing, panjang jalan 2,00 KM, dengan nilai kontrak 9.114.590 dan penyedia jasa CV. RATU ORZORA serta konsultasi supervisi oleh PT. MAHA CHARISMA ADIGUNA.

Selanjutnya, Preservasi Jalan Mauponggo-Puuwada 2, dengan metode E-purchasing, panjang jalan 2,00 KM, dengan nilai kontrak 9.283.298 dan penyedia jasa CV. ANUGERAH CIPTA JAYA serta konsultasi supervisi oleh PT. MAHA CHARISMA ADIGUNA. 

Proyek yang bersumber dari APBN dengan anggaran yang fantastis itu dinilai bermasalah oleh banyak pihak karena kondisi aspal yang sudah pecah dan rusak di beberapa titik.

--- Guche Montero

Komentar