REGIONAL Kunjungi Seminari Mataloko, Gubernur Melki Serahkan Bantuan dan Beri Motivasi bagi Para Seminaris 28 Aug 2026 00:03
Pemerintah Provinsi NTT memastikan kondisi masyarakat dan fasilitas pelayanan publik, termasuk lembaga pendidikan, tetap mendapatkan perhatian selama masa tanggap darurat bencana gempa Flores.
BAJAWA, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Kamis (27/8/2026), mengunjungi komunitas Seminari Menengah St. Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko, Kabupaten Ngada, Flores, NTT.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tanggap bencana Gempa Flores untuk memastikan penanganan selama masa tanggap darurat berjalan optimal sekaligus memantau kebutuhan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki menyerahkan bantuan berupa sembako dan rendang untuk mendukung kebutuhan komunitas seminari selama masa tanggap darurat.
Usai meninjau kondisi lingkungan seminari, Gubernur Melki menyampaikan bahwa kondisi bangunan Seminari Mataloko relatif aman dibandingkan sejumlah bangunan di wilayah lain yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Puji Tuhan, Seminari Mataloko ini masih relatif aman dari sisi bangunannya kalau kita bandingkan dengan berbagai kerusakan di tempat lain akibat gempa ini,” ujar Gubernur Melki.
Selain menyerahkan bantuan, Gubernur juga berdialog langsung dengan para seminaris. Ia memberikan motivasi agar para calon imam tersebut tetap bersemangat menjalani pendidikan di tengah situasi pascagempa.
Gubernur mengingatkan para seminaris untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, menjaga kesehatan, serta tetap menjalankan kegiatan pendidikan dengan baik sembari menunggu situasi kembali normal.
“Pokoknya kita menunggu informasi resmi dari BMKG dan berharap agar bencana ini segera pulih. Sambil menunggu semua ini selesai, sekolah tetap jalan karena bagaimanapun kita tetap harus sekolah dengan baik,” kata Melki.
Kepada para seminaris yang dipersiapkan menjadi imam sekaligus calon pemimpin masa depan itu, Gubernur berpesan agar mereka harus memiliki mental yang kuat, tidak mudah menyerah, serta mampu beradaptasi dalam menghadapi berbagai situasi.
“Sebagai calon pemimpin masa depan, adik-adik harus tahan banting, tidak mudah menyerah. Dalam situasi model seperti ini, kita harus bisa menyesuaikan dan bersahabat dengan alam,” pesannya.
Gubernur Melki juga meminta para seminaris untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak kehilangan semangat meskipun sedang menghadapi situasi sulit.
“Tetap jaga kesehatan dan jangan pernah menyerah. Karena anak-anak seminari itu terkenal pantang menyerah dan semoga cita-cita kalian untuk menjadi imam senantiasa diberkati selalu oleh Tuhan,” pesan Gubernur.
Apresiasi untuk Gubernur
Praeses Seminari Menengah St. Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko, RD. Stef Wolo Itu, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Melki beserta rombongan yang telah hadir secara langsung di tengah komunitas seminari.
“Atas nama keluarga besar komunitas Seminari Mataloko, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi tulus kepada Bapak Gubernur dan rombongan yang berkenan hadir di tengah-tengah kita,” ujar RD. Stef.
Romo Stef menjelaskan, selama masa gempa, para seminaris tidak diizinkan kembali ke rumah masing-masing. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi keluarga para siswa yang sebagian juga terdampak bencana di daerah asal mereka.
Saat ini, komunitas Seminari Mataloko menampung sekitar 704 siswa dari berbagai wilayah. Selain berasal dari Pulau Flores, para seminaris juga datang dari Timor, Sumba, serta sejumlah daerah di luar NTT.
Pemerintah Provinsi NTT memastikan kondisi masyarakat dan fasilitas pelayanan publik, termasuk lembaga pendidikan, tetap mendapatkan perhatian selama masa tanggap darurat bencana gempa Flores.
Pemerintah Provinsi NTT juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, lembaga keagamaan, satuan pendidikan, serta berbagai pihak guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat.
--- Guche Montero
Komentar