MODE Kylie Jenner Digugat Mantan ART, Sebut Dikucilkan, Dilecehkan, Hingga Alami PTSD 15 Jul 2026 06:44
Angelica juga mengaku kerap dituduh melakukan kesalahan yang menurutnya tidak pernah ia lakukan.
California, IndonesiaSatu.co-- Influencer dan pebisnis Amerika Serikat, Kylie Jenner menghadapi gugatan hukum dari mantan asisten rumah tangganya, Angelica Vasquez. Gugatan tersebut memuat tuduhan pelecehan, diskriminasi, hingga pelanggaran ketenagakerjaan selama Angelica bekerja di kediaman Kylie.
Selain Kylie Jenner, gugatan juga ditujukan kepada tiga perusahaan yang disebut terkait dengan pengelolaan rumah tangga dan bisnisnya, yakni Kylie Jenner Inc., Tri Star Services LLC, dan La Maison Family Services LLC.
Berdasarkan dokumen gugatan yang dikutip Us Weekly, Angelica mulai bekerja pada September 2024 untuk mengurus salah satu properti Kylie di Beverly Hills. Beberapa waktu kemudian, ia dipindahkan ke kediaman Kylie di Hidden Hills.
Dalam gugatannya, Angelica mengklaim bahwa sejak dipindahkan ke Hidden Hills, ia menjadi sasaran perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah rekan kerja.
"Setelah dipindahkan ke Hidden Hills, Angelica Vasquez menjadi sasaran pelecehan yang lebih parah dan lebih intens. Dia mendapat tugas-tugas sulit, dikucilkan, dan dipermalukan di depan rekan kerjanya," demikian isi gugatan yang dikutip Us Weekly, Kamis (23/4/2026).
Angelica juga mengaku kerap dituduh melakukan kesalahan yang menurutnya tidak pernah ia lakukan. Bahkan, ia menyebut beberapa staf senior memanggilnya bukan dengan nama, melainkan dengan menjentikkan jari atau berteriak.
Tak hanya itu, Angelica menuduh sejumlah staf senior beberapa kali mengambil dan memeriksa telepon genggam miliknya tanpa izin. Ia juga mengaku menjadi korban ejekan terkait statusnya sebagai pekerja migran, aksen Salvador yang dimilikinya, serta keyakinannya sebagai penganut agama Katolik.
Menurut gugatan tersebut, Angelica telah beberapa kali melaporkan dugaan perlakuan diskriminatif yang dialaminya. Salah satu laporan disebut dilakukan pada November 2024, namun ia merasa keluhannya diabaikan.
Situasi, menurut Angelica, semakin memburuk pada Maret 2025. Ia mengklaim pelecehan yang diterimanya meningkat hingga berujung tindakan kekerasan.
"Pelecehan terhadap Angelica semakin memburuk dan berubah menjadi kekerasan. Dia bahkan dilempar gantungan baju hingga mengenai kakinya," bunyi salah satu bagian gugatan.
Selain dugaan pelecehan, Angelica juga menuding hak-haknya sebagai pekerja tidak dipenuhi. Ia mengklaim tidak menerima pembayaran lembur (overtime) secara penuh serta tidak memperoleh waktu istirahat dan makan yang sesuai ketentuan ketenagakerjaan.
Tekanan yang dialaminya, menurut gugatan tersebut, membuat Angelica didiagnosis mengalami gangguan kecemasan, tekanan emosional berat, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Pada Juli 2025, ia mengajukan cuti sakit sebelum akhirnya mengundurkan diri. Dalam surat pengunduran dirinya, Angelica menyebut alasan utama keputusannya adalah dugaan kekerasan, diskriminasi, serta berbagai pelanggaran hak pekerja yang dialaminya selama bekerja.
Hingga kini, Kylie Jenner belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan tersebut. Sementara itu, di media sosialnya, Kylie tetap aktif mengunggah berbagai aktivitas, termasuk foto yang memperlihatkan koleksi tas mewah di lemari pribadinya.*
--- Hendrik Penu
Komentar