KESEHATAN Laporan WHO dan UNICEF Soroti Celah Kritis Sanitasi dan Kebersihan Fasilitas Kesehatan Global 18 Aug 2026 13:43
Laporan terbaru WHO dan UNICEF mengungkap celah besar sanitasi dan kebersihan fasilitas kesehatan dunia, di mana hanya 40% fasilitas yang memenuhi standar sanitasi dasar.
JAKARTA IndonesiaSatu.co ?? Laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF melalui Joint Monitoring Programme JMP) periode 2015–2025 mengungkap masih besarnya kesenjangan layanan air, sanitasi, dan kebersihan lingkungan (WASH) di fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Kondisi ini membuat pasien dan tenaga medis rentan terpapar risiko infeksi yang seharusnya dapat dicegah.
Secara global, estimasi data per 2025 mencatat:
- Akses Air Dasar: 85% fasilitas
- Layanan Kebersihan Tangan (Hygiene): 72% fasilitas
- Pengelolaan Limbah Medis Dasar: 71% fasilitas
- Kebersihan Lingkungan (Environmental Cleaning): 59% fasilitas
- Sanitasi Dasar: Hanya 40% fasilitas
Tantangan Utama: Sanitasi Inklusif dan Kebersihan Lingkungan
Rendahnya angka standar sanitasi dasar (40%) bukan berarti fasilitas kesehatan tidak memiliki toilet. Sebanyak 85% fasilitas memiliki toilet yang dapat digunakan, namun mayoritas gagal memenuhi kriteria standar karena:
- Kurangnya Aksesibilitas & Fasilitas Khusus: Hanya sekitar separuh fasilitas yang menyediakan toilet terpisah berdasarkan jenis kelamin, ramah bagi penyandang disabilitas, serta memiliki fasilitas pengelolaan kebersihan menstruasi.
- Standar Kebersihan Ruangan: Hanya 59% fasilitas yang memiliki protokol pembersihan dan staf kebersihan terlatih (di negara kurang berkembang, angkanya anjlok hingga 24%). Celah ini berdampak pada fasilitas yang melayani sekitar 1,5 miliar penduduk dunia dan mempercepat penyebaran resistensi antimikroba.
Dorongan Kebijakan Global
Meski cakupan air dan kebersihan meningkat sejak 2015, sekitar satu dari sepuluh fasilitas medis di dunia masih sama sekali tidak memiliki akses air bersih maupun toilet.
Menanggapi laporan ini, Majelis Umum PBB pada Mei 2026 telah mengesahkan resolusi yang mendesak seluruh negara untuk memperkuat standar nasional, meningkatkan pemantauan kualitas layanan (bukan sekadar ketersediaan fisik toilet), serta mengalokasikan pembiayaan berkelanjutan demi menjamin layanan kesehatan yang aman dan inklusif.
--- Stella Josephine
Komentar