KESEHATAN Rutin Naik Tangga Turunkan Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung hingga 39%, Menurut Studi 01 Sep 2026 19:25
Studi komprehensif terhadap 480 ribu partisipan ungkap bahwa kebiasaan naik tangga rutin mampu menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 39%
JAKARTA IndonesiaSatu.co ?? Memilih naik tangga ketimbang menggunakan lift ternyata memberikan dampak signifikan bagi kesehatan kardiovaskular. Tinjauan sistematis dan meta-analisis terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiovascular Drugs mengungkapkan bahwa kebiasaan menaiki tangga secara teratur berkaitan erat dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke.
Riset yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of East Anglia (UEA) dan Norfolk and Norwich University Hospital di Inggris ini menganalisis sembilan studi ilmiah yang melibatkan 480.479 partisipan berusia 35 hingga 84 tahun dengan periode pemantauan rata-rata 14 tahun.
Temuan Kunci Penelitian
- Penurunan Risiko Kematian: Partisipan yang rutin naik tangga memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 39% lebih rendah serta risiko kematian akibat semua penyebab (all-cause mortality) 24% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang naik tangga.
- Target Harian Optimal (Sweet Spot): Analisis data menunjukkan bahwa menaiki sekitar 6 lantai (sekitar 60–70 anak tangga per hari) sudah cukup untuk memberikan penurunan risiko penyakit jantung yang nyata.
- Aktivitas Fisik Intensitas Tinggi yang Praktis: Naik tangga termasuk bentuk aktivitas fisik berat yang dapat dilakukan dalam durasi singkat (1–2 menit beberapa kali sehari) tanpa perlu ke pusat kebugaran.
Catatan dan Alternatif Olahraga
Para pakar mengingatkan bahwa studi ini berbasis observasional dan sebagian data mengandalkan laporan mandiri (self-report), sehingga kebiasaan naik tangga juga mencerminkan pola hidup aktif secara keseluruhan.
Selain itu, naik tangga memberikan tekanan ekstra pada persendian kaki, sehingga tidak disarankan bagi penderita osteoartritis, gangguan muskuloskeletal berat, atau individu dengan keterbatasan mobilitas. Bagi kelompok ini, dokter merekomendasikan alternatif latihan kardio lain yang lebih ramah sendi, seperti:
- Jalan cepat
- Berenang atau olahraga air
- Bersepeda
- Latihan duduk-berdiri (sit-to-stand) untuk melatih otot kaki
Peneliti menekankan bahwa aktivitas fisik harian tidak harus berasal dari olahraga terstruktur. Membiasakan diri lebih banyak bergerak dan mengurangi waktu duduk—termasuk memilih opsi tangga di rumah atau kantor—merupakan langkah awal yang efektif untuk menjaga kesehatan jantung jangka panjang.
--- Stella Josephine
Komentar