TAJUK Luka Modric, Kisah Sukses dari Lembah Perang 27 May 2025 07:43
Luka Modric bukan hanya seorang legenda sepak bola sepanjang masa, tetapi juga simbol harapan yang hidup.
Sabtu, 24 Mei 2025, Luka Modric secara resmi menutup karirnya bersama Real Madrid. Datang tanpa gelar dari Tottenham Hotspur, Modric akan pergi dengan status legenda.
Modric jadi salah satu pemain paling sukses sepanjang sejarah Real Madrid. Dia meraih 28 gelar buat Los Blancos, termasuk 4 titel LaLiga dan 6 gelar Liga Champions sejak gabung dari Tottenham Hotspur pada 2012.
Tak hanya itu, Modric sukses meraih penghargaan tertinggi pemain sepakbola, yakni memenangkan penghargaan Ballon d'Or pada tahun 2018, mengakhiri dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang berlangsung selama satu dekade.
Luka Modric lahir pada 9 September 1985 di kota Zadar, Kroasia. Zadar saat itu masih menjadi bagian dari Yugoslavia. Zadar adalah daerah yang sangat indah di tepi Laut Adriatik, tetapi berubah menjadi lembah pertempuran di era 1990-an.
Luca Modric memiliki masa kecil yang kelam. Rumah masa kecilnya dihancurkan, dan kakeknya yang juga bernama Luka Modric dibunuh pasukan Serbia saat sedang mengurus ternak. Akibatnya, Modric dan keluarga terpaksa hidup mengungsi, berpindah dari satu tempat ke tempat lain demi keselamatan.
Antara 1991-2001, Perang Yugoslavia berkecamuk karena konflik antar etnis Slovenia, Kroasia, Bosnia, Serbia, Montenegro, dan Albania. Perang Yugoslavia adalah perang paling mematikan setelah Piala Dunia II karena ada cerita genosida/pembantaian besar-besaran.
Di tengah kejamnya perang tersebut, Modric kecil berlatih untuk menjadi pemain bola kaki. Ketika sementara berlatih, mereka harus berlindung dari terjangan peluru musuh.
Postur mungil Modric sering dianggap menjadi hambatan dan nilai minusnya untuk berduel dengan para pemain profesional. Namun, itu tidak menurunkan mental Modric. Ia tetap menempa fisik, kegesitan, dan keterampilannya untuk menutupi apa yang dinilai sebagai kekurangan dan kelemahannya.
Setelah bermain di Dinamo Zagreb (2003-2008), Modric mulai dilirik klub-klub besar Eropa. Tottenham Hotspur beruntung mendapat pelayanan Modric (2008-2012), sampai akhirnya dilirik Real Madrid.
Ketika direkrut Real Madrid, perkenalannya hanya dihadiri sedikit orang. Ia tidak dianggap, bahkan dikritik sebagai salah satu pembelian terburuk Madrid. Namun, ia justru mengubah kritik dan keraguan publik dengan pencapaian luar biasa. Ia tergabung dalam The Dream Team Real Madrid yang memenangi tiga gelar Champions secara berturut-turut.
Luka Modric bukan hanya seorang legenda sepak bola sepanjang masa, tetapi juga simbol harapan yang hidup. Tantangan, masalah, dan keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang, tetapi justru menjadi pelecut semangat untuk mencetak prestasi.
Mari belajar dari Luka Modric.
Salam Redaksi IndonesiaSatu.co
Komentar