Breaking News

BUDAYA Luncurkan Buku "Antologi Puisi Agung Jerman", Ilham Habibie: Pertahankan Keanekaragaman Budaya Indonesia 09 Jun 2026 11:24

Article image
Para narasumber berpose bersama usa peluncurkan Buku "Antologi Puisi Agung Jerman." (Foto: Dok. Ist)
Ilham Akbar Habibie menekankan bahwa hubungan antara Indonesia dan Jerman tidak hanya dibangun di atas pilar teknologi dan ekonomi, melainkan juga fondasi kebudayaan yang kuat.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Sebuah momentum penting dalam hubungan kultural dan sastra antara Indonesia dan Jerman kembali terukir. 

Bertempat di ruang penuh nilai sejarah, Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Senin (8/6/2026) secara resmi diselenggarakan peluncuran buku "Antologi Puisi Agung Jerman."

Karya literatur monumental ini merupakan hasil kurasi dan penyuntingan dari duet sastrawan lintas negara; Agus R. Sarjono (Indonesia) dan Berthold Damshäuser (Jerman).

Acara peluncuran ini dibuka dengan sambutan hangat dan kata pengantar eksklusif dari Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA., yang mewakili keluarga besar Wisma Habibie & Ainun.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bapak Ralf Beste selaku Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Bapak Constanze Michel selaku Direktur Goethe-Institut Jakarta, serta para penyair dan para intelektual lainnya.

Kehadiran buku dwibahasa ini diharapkan mampu mempererat pemahaman emosional dan intelektual antar kedua bangsa melalui keindahan bait-bait puisi para pemikir besar Jerman.

Sastra sebagai Perekat Intelektual Bangsa

Dalam sambutannya, Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie menekankan bahwa hubungan antara

Indonesia dan Jerman tidak hanya dibangun di atas pilar teknologi dan ekonomi, melainkan juga fondasi kebudayaan yang kuat.

Pemilihan Perpustakaan Habibie & Ainun sebagai lokasi peluncuran Buku menggarisbawahi warisan visi Presiden RI ke-3, B.J. Habibie, yang dikenal sangat mengagumi kedalaman filosofi dan keteraturan kebudayaan Jerman.

"Melalui puisi, kita diajak menyelami kedalaman rasa, sejarah, dan dinamika pemikiran masyarakat Jerman yang diterjemahkan dengan sangat indah ke dalam bahasa Indonesia," ujar Ilham Habibie.

Pujian Dubes Jerman atas Hidupnya Hubungan Kultural lewat Puisi

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap penerbitan Buku Antologi dwibahasa ini sebagai jembatan kultural yang luar biasa untuk mempererat hubungan diplomatik kedua negara lewat sastra. 

Ralf Beste juga memuji keberanian serta kerja keras kedua editor dalam menerjemahkan puisi-puisi klasik Jerman yang sarat makna, karena berhasil memindahkan keindahan rasa dan kedalaman filosofisnya ke dalam bahasa Indonesia secara apik.

Buku "Antologi Puisi Agung Jerman" mengompilasi karya-karya penyair legendaris seperti Johann Wolfgang von Goethe, Friedrich Schiller, Friedrich Nietzsche, hingga Rainer Maria Rilke.

Proyek penerjemahan dan penyuntingan ini menjadi puncak dari komitmen kolaboratif jangka panjang antara Agus R. Sarjono dan Berthold Damshäuser (akademisi sekaligus Indonesianis dari Universitas Bonn) yang telah konsisten menjembatani sastra kedua negara sejak awal tahun 2000-an.

Dalam peluncuran tersebut, Berthold Damshäuser menjelaskan bagaimana proyek antologi ini merupakan wujud nyata dari ambisi dan kecintaan mendalam terhadap sastra Jerman yang ingin ia bagikan kepada publik Indonesia.

Sebagai seorang akademisi dan Indonesianis, Damshäuser memaparkan pentingnya membawa karya-karya penyair besar seperti Goethe, Schiller, dan Nietzsche ke dalam ruang budaya Indonesia, mengingat puisi-puisi tersebut bukan sekadar teks estetis, melainkan sebuah rekaman sejarah pemikiran dan falsafah hidup yang membentuk peradaban modern Jerman hingga saat ini.

Sementara itu, Agus R. Sarjono menguraikan kompleksitas teknis dan tantangan kreatif yang mereka hadapi selama proses penerjemahan yang berlangsung secara kolaboratif selama bertahun-tahun. 

Ia menekankan bahwa misi utama mereka bukan sekadar mengalihbahasakan kata demi kata, melainkan mentransfer "jiwa" dan ritme puitis asli Jerman agar tetap beresonansi dengan indah, mengalir, dan mudah dipahami oleh pembaca Indonesia tanpa kehilangan kedalaman makna filosofisnya.

Salah satu puisi yang dibacakan adalah berjudul "Tujuh Meterai" ini terdiri dari tujuh bait yang cukup Panjang sebagai berikut:

Oh, bagaimana aku tak syahwatkan keabadian

Dan cincin kawin segala cincin,

Cincin Sang Keberulangan!

Tak pernah kutemukan perempuan

Yang ingin kujadikan ibu anak-anakku,

Kecuali perempuan yang kucintai ini:

Karena kucintai kau, oh Keabadian!

Karena kucintai kau, oh Keabadian!

Makna di Balik Puisi Ini

Bait ini sering dibacakan dalam diskusi sastra karena kedalaman maknanya. Di sini,

Nietzsche mempersonifikasikan keabadian sebagai seorang perempuan ideal; satu-satunya perempuan yang ia cintai dan ingin ia jadikan ibu dari anak-anaknya.

Simbol cincin kawin segala cincin atau cincin Sang Keberulangan menggambarkan bahwa hidup ini berputar seperti cincin yang tanpa ujung.

Bagi Nietzsche, menerima kenyataan bahwa segala momen dalam hidup kita (baik suka maupun duka) akan berulang terus-menerus secara abadi adalah bentuk tertinggi dari penerimaan hidup (Amor Fati).

Selain seremoni peluncuran buku, acara ini juga diisi dengan penampilan Musikalisasi Puisi oleh bapak Agus R. Sarjono & Cherly Chairani yang memainkan gitar dan bernanyi di depan para tamu undangan yang hadir.

Acara juga diisi dengan pembacaan puisi oleh Rilke & Nietzsche yang kemudian juga pembacaan beberapa bait puisi pilihan dalam versi bahasa Jerman asli oleh Berthold Damshäuser dan versi bahasa Indonesia oleh Agus R. Sarjono.

Sementara dalam sesi Bedah Buku, para narasumber dan peserta membedah historis zaman keemasan sastra Jerman serta tantangan dalam proses penerjemahan karya sastra klasik yang sarat makna filosofis bersama Ilham A. Habibie, Agus R. Sardjono, Berthold Damshäuser.

Buku "Antologi Puisi Agung Jerman" kini telah resmi beredar dan diharapkan menjadi referensi penting bagi akademisi, mahasiswa sastra, kolektor literatur, serta masyarakat umum yang ingin memperluas cakrawala pemikiran dunia.

Selain melalui press release tertulis, rangkaian kegiatan juga disiarkan melalui channel YouTube Live Wisma Habibie & Ainun (Tautan: www.youtube.com/watch?v=n1uISiFfYDw)

 

--- Guche Montero

Komentar