KEAMANAN Organisasi HAM Desak FIFA Pastikan Keamanan Piala Dunia 2026 14 Mar 2026 10:08
Organisasi ini juga mendesak FIFA untuk bekerja sama dengan pemerintah tuan rumah dalam menjamin akses bagi penggemar dan media.
PARIS, IndonesiaSatu.co-- Keamanan menjelang Piala Dunia 2026 kembali menuai sorotan dari organisasi Hak Asasi Manusia (HAM).
Organisasi Hak Asasi Manusia, The Sport & Rights Alliance, mendesak FIFA untuk memastikan Piala Dunia menjunjung tinggi inklusivitas dan keselamatan.
Mereka memperingatkan bahwa kebijakan imigrasi Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran kebebasan pers dapat mengganggu turnamen sepak bola terakbar tersebut.
Meskipun telah menjanjikan kompetisi yang aman dan inklusif di bawah Kerangka Hak Asasi Manusia, tetapi kebijakan imigrasi di bawah Presiden AS, Donald Trump berisiko menciptakan ketakutan terhadap penggemar, jurnalis, bahkan masyarakat.
"Sepakbola menyatukan dunia-tetapi tidak jika larangan visa AS dan razia deportasi massal menjauhkan imigran, pekerja, jurnalis, komunitas, dan penggemar" tulis surat mereka kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, seperti yang dilansir dari The Guardian, Jumat (13/3/2026).
Terkait kekhawatiran keamanan ini, Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah fokus pada penyelenggaraan yang sukses.
"Presiden Trump fokus untuk menjadikan ini Piala Dunia terbaik yang pernah ada sambil memastikan bahwa ini adalah yang teraman dan paling terjamin dalam sejarah," kata juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle.
Organisasi ini juga mendesak FIFA untuk bekerja sama dengan pemerintah tuan rumah dalam menjamin akses bagi penggemar dan media.
Hal itu untuk memastikan agar turnamen tersebut tetap menghormati hak-hak, termasuk kebebasan pers, perlindungan bagi pekerja, serta komunitas lokal.
"Beberapa minggu menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, sebagian besar dari 16 komite penyelenggara Piala Dunia masih belum merilis Rencana Aksi Hak Asasi Manusia yang seharusnya mereka buat."
"Tidak mungkin mengelola risiko hak asasi manusia tanpa mengidentifikasi dan menerapkan sistem untuk mengelolanya," demikian bunyi surat tersebut.
--- Guche Montero
Komentar