Breaking News

INTERNASIONAL Pasca Teror Manchester, Inggris Tetapkan Level Siaga Tertinggi 24 May 2017 08:45

Article image
Satuan keamanan Inggris bersenjata lengkap. (Foto: DPA)
Jumlah personel kepolisian yang dikerahkan untuk menjaga keamanan juga akan ditingkatkan. Selain itu, Pemerintah Inggri juga akan menerjunakan satuan-satuan militer.

LONDON, IndonesiaSatu.co -- Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan, kesiagaan terhadap ancaman teror di Inggris telah ditingkatkan ke level tertinggi atau kritis. Dikutip dari Spiegel Online (Rabu, 24/5/2017), hal itu diumumkan May satu hari setelah terjadi serangan bom di Manchester Arena pada Senin malam (22/5/2017) waktu setempat.

May juga menyatakan, penyelidikan terhadap motif dan pelaku pemboman masih terus berlangsung secara intensif. Otoritas kepolisian Inggris telah mengidentifikasi identitas pelaku, yakni Salman Abedi. Pria muda berusia 22 tahun itu merupakan warga negara Inggris keturunan Libya, Afrika Utara.

Penyelidikan antara lain bertujuan untuk mengungkapkan, apakah serangan bom tersebut dilakukan Abedi atas inisiatif sendiri (pelaku tunggal) atau terkait jaringan teroris tertentu.

"Tentu kita tidak dapat mengabaikan kemungkinan adanya kelompok yang lebih luas terkait serangan ini," tegas May sebagaimana dikutip dari Spiegel.de.

May menambahkan, keputusan untuk meningkatkan status keamanan dan kesiagaan terhadap teror ditetapkan berdasarkan rekomendasi dari Pusat Analisis Terorisme Inggris.

"Berdasarkan penyelidikan hari ini kami simpulkan, bahwa tingkat ancaman harus dinaikkan dari sebelumnya serius menjadi kritis," kata May.

Keputusan peningkatan kesiagaan ke level tertinggi itu merupakan yang pertama kalinya di Inggris dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, status kritis akibat ancaman teror ditetapkan pemerintah Inggris pada 30 Juni hingga 4 Juli 2007.

Berkaitan dengan kenaikan level tersebut, jumlah personel kepolisian yang dikerahkan untuk menjaga keamanan juga akan ditingkatkan. Selain aparat kepolisian, akan dilibatkan pula satuan-satuan militer.

Secara khusus, personel militer akan ditugaskan untuk mengawal acara dan fasilitas publik, termasuk perhelatan musik dan olahraga. Tujuannya untuk memastikan warga Inggris tetap dalam kondisi aman dan terlindungi.

Perdana Menteri May menyerukan warga Inggris untuk kembali melakukan aktivitas seperti biasa namun tetap siaga dan waspada. Ia menegaskan, Inggris akan selalu menentang berbagai aksi teror.

Seperti diberitakan, serangan bom di Manchester Arena menewaskan 22 orang dan melukai 59 lainnya. Kebanyakan korban adalah pengunjung konser musik bintang pop asal Amerika Serikat Ariana Grande. Dunia internasional mengutuk aksi teror tersebut dan mendukung penuh Inggris untuk mengungkapkan dalang dan motif di balik serangan tersebut.

--- Rikard Mosa Dhae