HANKAM Pengamat Hankam Valens Daki-Soo: Kehadiran Yonif TNI AD di Mbay Perlu Didukung 22 Jan 2025 16:11
Valens yang juga mantan Staf Khusus Wakil KSAD era Letjen TNI Kiki Syahnakri, mengatakan pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) TNI AD di Mbay menopang penggelaran kekuatan TNI AD semakin merata ke segala wilayah.
MBAY, IndonesiaSatu.co -- Tenaga Ahli Kantor Staf Khusus Presiden RI Bidang Intelijen & Keamanan (periode 2015-2019), Valens Daki-Soo, mengatakan pembangunan batalyon TNI AD di Mbay Flores patut didukung karena menunjukkan dan menaikkan nilai strategis Flores dalam konstelasi pertahanan Indonesia. Flores berada dekat Timor Barat NTT yang berbatasan dengan Australia dan Timor Leste.
Valens mengatakan ini menjawab IndonesiaSatu.co terkait rencana TNI AD yang akan membangun batalyon baru yaitu Yonif 746 di Nagekeo dan telah masuk dalam Renstra TNI.
Untuk maksud tersebut, petinggi TNI AD akhir-akhir ini secara intensif melakukan peninjauan lokasi yang akan dijadikan markas batalyon.
Teranyar, peninjauan dilakukan Dandim 1625/Ngada, Letkol Czi Deny Wahyu Setiyawan bersama Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto.
Valens yang juga mantan Staf Khusus Wakil KSAD era Letjen TNI Kiki Syahnakri, mengatakan pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) TNI AD di Mbay menopang penggelaran kekuatan TNI AD semakin merata ke segala wilayah.
"Perlu dipahami, postur TNI itu terdiri dari Kekuatan (Kuat), Kemampuan (Puan) dan Penggelaran (Gelar). Kuat, Puan dan Gelar ini harus selalu ditingkatkan dan disiagakan selaras dengan perspektif ancaman dan tantangan di kawasan," ujar Valens yang juga mantan Staf Dubes Keliling RI Urusan Timor Timur Lopes da Cruz (1994-1998).
Selain itu, lanjut Valens, kehadiran Yonif di Mbay tentu berdampak positif pula bagi masyarakat sekitar termasuk para petani, peternak dan nelayan.
"Anggota satu Yonif itu sekitar 700 sampai 1.000 personel. Kalau dihitung pula istri-anak jumlahnya cukup banyak. Mereka tentu perlu makan, dan bahan makanan itu bisa disuplai oleh para petani, peternak dan nelayan di Mbay."
"Dalam konteks pembangunan Flores ke depan, pembangunan Yonif Angkatan Darat di Mbay memperkuat 'bargaining position' Mbay sebagai bakal calon ibukota Provinsi Kepulauan Flores jika jadi dibentuk. Namun itu bukan hal utama. Kalaupun Mbay gak jadi ibukota, perannya penting sebagai sentra produksi beras di Flores," pungkas Valens, putra Nagekeo, pendiri dan Direktur Utama PT Veritas Dharma Satya (VDS Group) di Jakarta.
Meningkatkan kesiapan operasional TNI
Sementara itu, Pendam IX/ Udayana, dalam keterangannya, Selasa, (21/1/2025) mengatakan, pembangunan Batalyon ini bertujuan meningkatkan kesiapan operasional TNI di wilayah NTT, mendukung stabilitas keamanan, dan kesejahteraan masyarakat.
Lokasi strategis di Aesesa diharapkan memberikan dampak positif bagi wilayah timur Indonesia.
Pj Gubernur NTT mengapresiasi sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam proyek ini, yang selain memperkuat pertahanan, juga menjadi peluang pertumbuhan ekonomi lokal.
Sebelumnya diberitakan TNI AD merencanakan akan membangun batalyon baru yaitu Yonif 746 di Nagekeo dan telah masuk dalam Renstra TNI.
“Pembentukan Yonif 746 di Nagekeo telah masuk dalam Renstra TNI dan mudah-mudahan dapat direalisasikan pada tahun ini,” ungkap Dandim 1625/Ngada Letkol Czi Deni Wahyu Setiyawan Rabu, (15/5/2024) seperti dilansir indonesiadefense.com (21/1/2025).
Lebih lanjut katanya pembangunan kesatuan baru setingkat Batalyon di wilayah Flores sangat dibutuhkan, mengingat tingginya hakekat ancaman yang timbul seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan pembangunan dan pariwisata di wilayah Flores khususnya di Labuan Bajo. ***
--- Simon Leya
Komentar