Breaking News

PERTANIAN Perkuat Jiwa Kewirausahaan, Asosiasi Petani Hortikultuta 18 May 2025 06:27

Article image
Petani Hortikultura "Sa Ate" Ende menggelar acara Deklarasi pembentukan Asosiasi bertempat di Desa Ratewati, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende. (Foto: Dok. Felix Meko)
"Kami akan berjuang untuk meningkatkan akses jalan dengan pengasaplan bahkan hotmix untuk menunjang kegiatan distribusi pangan," komit Bupati Badeoda.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Dalam rangka memperkuat jiwa kewirausahaan dan profesionalisme kelembagaan, Asosiasi Petani Hortikultura "Sa Ate" Ende menggelar acara Deklarasi pembentukan Asosiasi bertempat di Desa Ratewati, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Sabtu (17/5/2025).

Kegiatan Deklarasi tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, S.H., M.H.

Hadir pula pada kesempatan tersebut Penjabat Percepatan Swasembada Pangan Kabupaten Ende sekaligus Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi pada Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura Kementrian Pertanian, Ibu Dr. Dian Kurniasih, S.P., M.P, Dandim 1602 Ende, Plt. Kadis Pertanian Ende dan Camat Wewaria.

Rangkaian acara Deklarasi diawali dengan penanaman padi sawah oleh Bupati Ende dan rombongan pada kelompok tani Wuamesu I, Desa Mautenda, sebagai wujud dukungan terhadap program percepatan swasembada pangan Kabupaten Ende.

Acara dilanjutkan dengan panen padi sertifikasi benih varietas IR 64 Label Ungu di kebun Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Welamosa oleh Bupati Ende dengan menggunakan Combine Harvester, dan selanjutnya peninjuan proses produksi Beras Mautenda pada UPJA Mautenda Permai, Desa Mautenda.

Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pertanian Ende, Gadir H. Ibrahim Dean, S.P, dalam laporannya menyampaikan bahwa penanaman simbolis padi oleh Bupati Ende merupakan bagian dari aksi untuk menggerakkan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional. 

"Diharapkan agar kegiatan ini semakin memacu para petani untuk memanfaatkan ketersedian air yang yang masih cukup di awal musim kemarau ini, sehingga LTT tahun ini dapat meningkat dari tahun sebelumnya," kata Gadir.

Gadir menambahkan bahwa Kementrian Pertanian melalui Pemerintah Kabupaten Ende, siap membantu petani dengan alat mesin pertanian (alsintan) yang dibutuhkan oleh para petani.

"Melalui panen padi ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabuapten Ende melalui Dinas Pertanian, mampu menyiapkan benih bersertifikat untuk kebutuhan petani sehingga benih padi sawah tidak perlu didatangkan dari luar daerah. Ini juga mempertegas bahwa sejak tahun 2019 lalu, Ende mampu swasembada benih padi," kata Gadir.

Sementara peninjauan proses produksi Beras Mautenda bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan prospek pengembangan sehingga Beras Mautenda menjadi brand andalan di Kabupaten Ende.

Untuk Deklarasi Asosiasi, terang Gadir, hal itu terbentuk atas inisiatif para petani sendiri dan Dinas Pertanian Ende siap mendampingi Asosiasi menjadi lebih profesional dan berdaya saing.

"Kita berharap agar Asosiasi yang dibentuk ini mampu memenuhi permintaan akan komoditi hortikultura di Ende dan mampu ekspansi ke kabupaten lain," harap Gadir.

Perkuat Jiwa Kewirausahaan

Koordinator BPP Welamosa, Felix Meko, S.ST sebagai pendamping teknis Asosiasi, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa jumlah petani yang sudah tergabung dalam Asosiasi ini mencapai 125 orang; yang terdiri dari petani hortikultura sukses yang terhimpun dari sejumlah kecamatan dan berupaya untuk mengajak lebih banyak petani untuk bergabung.

"Komoditi yang sementara diusahakan didominasi oleh cabai keriting dengan asumsi produksi tahun 2025 ini mencapai 250 ton cabai keriting segar, tomat 240 ton, cabai rawitt 25 ton dan sayuran lainnya dengan jumlah yang sangat signifikan," beber Felix.

Lebih lanjut Felix menerangkan bahwa petani yang tergabung dalam Asosiasi ini yakni petani yang mempunyai jiwa kewirausahaan yang tinggi.

"Mereka melaksanakan budidaya dalam skala usaha dengan berani mengambil resiko usaha, mampu merencanakan usaha secara terperinci, mampu menggali informasi terkait teknologi dan pasar, serta indikator kewirausahaan lain yang tidak dimiliki secara baik oleh petani tradisional lain," kata Felix.

Felix beralasan, hal itu terlihat dari data populasi dan produksi yang berhasil terhimpun. 

"Mereka adalah pelopor pengembangan jiwa kewirausahaan di wilayahnya masing-masing sehingga akan menambah jumlah petani dengan karakter wirausaha yang kuat. Tentu ini sangat positif dalam pembangunan pertanian secara keseluruhan," lanjutnya. 

Dengan momen ini, sambungnya, para anggota diharapkan lebih semangat dalam berbagi dan saling memotivasi sehingga terus meningkatkan jiwa kewirausahaan. Sebagai gambaran pelaksanaan, panen simbolis cabai dilakukan bagi petani yang berusia 38 tahun dan dengan populasi cabai mencapai 2500 pohon, sudah bisa menghasilkan produksi sebanyak 3 ton dan mampu menghasilkan pendapatan mencapai Rp 90 juta, dan panen belum berakhir segingga pendapatan akan terus meningkat.

Dukung Program MBG

Sementara itu, Bupati Ende dalam sambutannya sangat mengapresiasi Asosiasi ini.

Bupati Yosef Badeoda berharap Asosiasi yang terbentuk ini mampu memenuhi kebutuhan sayuran untuk menunjang kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai prospek pasar yang sangat menjanjikan.

"Momen ini sebagai rujukan untuk terbentuknya Asosiasi komoditi lain sesuai potensi yang ada di Kabupaten Ende tercinta ini, sehingga posisi tawar petani menjadi lebih baik dan menaikkan Nilai Tukar Petani," kata Bupati Badeoda. 

Bupati Badeoda juga menyinggung kondisi akses jalan yang ada dan potensi yang luar biasa dari wilayah Wewaria; baik sentra pangan dan pengembangan hortikultura.

"Kami akan berjuang untuk meningkatkan akses jalan dengan pengasaplan bahkan hotmix untuk menunjang kegiatan distribusi pangan," komit Bupati Badeoda.

Rangkaian acara diakhiri dengan Deklarasi Asosiasi yang didahului dengan panen simbolis cabai keriting.

--- Guche Montero

Komentar