Breaking News

INTERNASIONAL Perkuat Sistem Pertahanan Udara, Israel Bangun Iron Beam Senilai 8,3 Triliun Rupiah 30 Oct 2024 00:13

Article image
Salah satu lokasi peluncuran Iron Dome Israel. (Foto: DPA)
Sistem pertahanan Iron Beam akan melengkapi kemampuan sistem pertahanan udara lainnya yakni Iron Dome yang lebih dulu terkenal.

TEL AVIV, IndonesiaSatu.co -- Kementerian Pertahanan Israel menandatangani kesepakatan anggaran sebesar 530 juta dolar AS atau setara 8,3 triliun rupiah untuk mengembangkan sistem pertahanan udara laser yang dinamai Iron Beam.

Menurut DPA, Selasa (29/10/2024), sistem pertahanan Iron Beam akan melengkapi kemampuan sistem pertahanan udara lainnya yakni Iron Dome yang lebih dulu terkenal.

Iron Dome dinilai tidak dapat menangkal setiap proyektil yang diluncurkan oleh kelompok bersenjata Lebanon, sehingga mengakibatkan korban sipil dan militer di pihak Israel.

"Kementerian Pertahanan telah menandatangani kesepakatan besar senilai sekitar 2 miliar shekel (atau 530 juta dolar AS) untuk memperluas pengadaan sistem intersepsi laser, Iron Beam," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Israel seperti dikutip dari DPA.

Disebutkan, Kementerian Pertahanan Israel akan bekerja sama dengan korporasi pertahanan Rafael dan Elbit.

Rafael Advanced Defense Systems dikenal sebagai divisi penelitian dan pengembangan pertahanan nasional Israel.

Perusahaan pertahanan Elbit memastikan bahwa kementerian pertahanan telah memberikan kontrak senilai sekitar 200 juta dolar AS untuk mengembangkan Iron Beam.

Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Eyal Zamir menyatakan, diharapkan sistem baru Iron Beam akan dibangun dalam waktu satu tahun.

Sebelumnya, pada akhir September lalu, Israel mengumumkan mereka telah menerima paket bantuan militer AS terbaru senilai 8,7 miliar dolar AS di tengah pertempuran melawan Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon.

Sekitar 5,2 miliar dolar AS dari jumlah tersebut digunakan untuk mengembangkan atau membangun sistem pertahanan udara, termasuk mendukung pengembangan berkelanjutan dari sistem pertahanan laser berdaya tinggi yang saat ini berada pada tahap penyelesaian.

Diketahui, pertahanan udara Israel saat ini memiliki perisai berlapis-lapis yang membantu menangkal dan menghancurkan sebagian besar dari 200 rudal yang ditembakkan oleh Iran  ke wilayah Israel pada tanggal 1 Oktober.

--- Hendrik Penu