Breaking News

AGAMA Pimpin Misa Pontifikal Perdana, Uskup Budi Kleden: Kasih Persaudaraan Perlu Dihidupi dalam Relasi Konkrit 24 Aug 2024 13:24

Article image
Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, SVD memberikan khotbah saat memimpin Misa Pontifikal Perdana di Gereja Kristus Raja Katedral Ende. (Foto: Komsos KAE)
"Semoga kita semua, umat di Keuskupan Agung Ende yang kita kasihi ini, dapat meneruskan warisan kasih dan tanggung jawab yang telah ditanamkan oleh para pendahulu dan leluhur kita," ajak Uskup Budi.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Setelah ditahbiskan sebagai Uskup Agung Ende oleh Duta Besar (Dubes) Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Pierro Pioppo, pada Kamis (22/8/2024), Mgr. Paulus Budi Kleden memimpin misa Pontifikal perdananya di Gereja Katedral Ende pada Jumat (23/8/2024).

Misa Pontifikal ini menjadi momen penting bagi umat Katolik di Keuskupan Ende, yang menyambut hangat kehadiran Sang Gembala baru mereka.

Perayaan agung, meriah dan penuh khidmat ini dihadiri oleh 12 Uskup, ratusan imam, para biarawan dan biarawati yang berkarya di wilayah Keuskupan Agung Ende serta ribuan umat Katolik dari Kevikepan Ende, Kevikepan Bajawa, dan Kevikepan Mbay.

Mengawali khotbahnya, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD mengisahkan perjalanannya sebelum kembali ke Indonesia, di mana ia bertugas selama 12 tahun di Roma, Italia.

Sebelum kembali ke Indonesia, Uskup Budi sempat berziarah ke makam dua pendahulunya yakni Mgr. Petrus Noyen SVD dan Mgr. Hendrikus Leven SVD, yang terletak di rumah induk SVD di Belanda.

Setibanya di Indonesia, sebelum melanjutkan perjalanan ke Ende, Uskup Budi mampir di Palasari, Bali, untuk berziarah ke makam Mgr. Antonius Teisen, SVD dan Mgr. Paulus Sani Kleden, SVD.

Setibanya di Ende, Uskup Budi merasa bersyukur diterima oleh Administrator Diosesan, Romo Daslan, bersama para imam di Rumah Keuskupan di Ndona.

Sebelum menuju ke rumah keuskupan, Uskup Budi terlebih dahulu berdoa bersama tokoh umat dari ketiga Kevikepan dan ribuan umat, di depan makam Mgr. Donatus Jagum, SVD; Mgr. Abdon Longginus Da Cunha, Pr; dan Mgr. Vincensius Sensi Poto Kota, Pr di depan kapel rumah Keuskupan di Ndona.

Setelah beberapa hari di Ende, Uskup Budi Kleden mengunjungi Gereja Katedral dan makam Mgr. Arnoldus Verstraelen, SVD.

Dalam perjalanan tugasnya, Mgr. Paulus juga mengisahkan ziarahnya ke Amerika Serikat pada Desember 2023, di mana ia mengunjungi komunitas SVD di Petni dan berziarah ke makam Mgr. Gabriel Manek, SVD, sebelum jenazahnya dipindahkan ke Larantuka.

Selain itu, Mgr. Paulus Budi Kleden juga mengenang kunjungannya ke komunitas SVD di Nagasaki, Jepang, pada tahun 2017, serta ziarahnya ke makam Mgr. Paulus Yama Luci, yang bersama Mgr. Ugihara, Sg diutus untuk membantu Mgr. Hendrick Leven menjalankan misi di Flores selama Perang Dunia II.

Kasih Persaudaraan Adalah Warisan

Dalam khotbahnya, Uskup Budi Kleden menekankan pentingnya mengenang para pendahulu, sebagaimana tertulis dalam Surat kepada Umat Ibrani:

"Ingatlah akan pemimpin-pemimpinmu yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu, perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka," kutip Uskup Agung.

"Pesan utama dari para pendahulu adalah menjaga kasih persaudaraan," ungkap Uskup Budi Kleden.

"Kasih persaudaraan adalah warisan; bukan hanya dari para pemimpin gereja, tetapi juga dari para leluhur dan orang tua kita di kampung-kampung. Mereka hidup dalam kesederhanaan, bekerja keras untuk keluarga, dan memenuhi kewajiban sebagai warga masyarakat," ujar Mgr. Paulus Budi Kleden.

Uskup Budi menambahkan, kasih persaudaraan juga harus ditunjukkan dalam relasi lintas agama, dengan kesadaran bahwa semua berasal dari Tuhan yang sama.

Pesan kasih persaudaraan ini menjadi inti dari khotbah perdana Mgr. Paulus Budi Kleden sebagai Uskup Agung Ende.

"Semoga kita semua, umat di Keuskupan Agung Ende yang kita kasihi ini, dapat meneruskan warisan kasih dan tanggung jawab yang telah ditanamkan oleh para pendahulu dan leluhur kita," ajak Uskup Budi.

Disaksikan media ini, selain para Uskup, para imam konselebrantes, kaum biarawan-biarawati, hadir juga dalam misa Pontifikal ini ribuan umat Katolik dari Kevikepan Ende, Kevikepan Bajawa, dan Kevikepan Mbay.

Mereka datang dengan penuh semangat untuk mengikuti misa yang dipimpin langsung oleh Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD dalam suasana inkulturtif dengan iringan tarian Ja'i dan lagu-lagu daerah dalam perayaan liturgi.

"Misa perdana Uskup Agung Ende ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga perayaan budaya yang mempererat persaudaraan di antara umat Katolik di Keuskupan Agung Ende," kesan salah seorang umat dari Kevikepan Bajawa.

Dalam tugas penggembalaan sebagai Uskup Agung Ende, Uskup Budi Kleden memilih motto tahbisan: "Peliharalah Kasih Persaudaraan" (Caritas Fraternitatis Maneat in Vobis).

--- Guche Montero

Komentar