Breaking News

PENDIDIKAN Prihatin Kondisi Gedung Sekolah di Pelosok NTT, Ana Kolin Perjuangkan Aspirasi Revitalisasi 3 SMK Negeri di Flotim 08 Aug 2025 23:01

Article image
Anggota DPRD NTT dari Partai PKB yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD NTT, Ana Waha Kolin. (Foto: Dok. Ist)
"Kami di daerah sudah bekerja dan menindaklanjuti dari bawah. Sekarang kami sangat berharap sinergi dari DPR RI dan Kementerian terkait untuk bersama-sama memperjuangkan aspirasi bidang pendidikan ini,” harap Ana Kolin.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Ana Waha Kolin, menunjukkan kepedulian terhadap bidang pendidikan di wilayah pelosok NTT yang hingga kini terus bertahan dalam kondisi yang memprihatinkan.

Dalam pernyataannya, Srikandi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendorong percepatan bantuan pembangunan untuk 3 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri yang ada di Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang saat ini sudah dalam kondisi memprihatinkan.

Ana Kolin menerangkan bahwa kondisi SMK Negeri di Nimun Dani Bao, Kecamatan Adonara Barat, yang baru di-Negerikan, saat ini masih berdinding keneka (bambu) dan berlantai tanah.

Menurutnya, kondisi sekolah tersebut sangat tidak layak dan harus segera dibenahi.

“Saya sudah mengunjungi langsung ke lokasi. Anak-anak sangat antusias belajar, tetapi sarana-prasarana sama sekali tidak menunjang. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Ana kepada media, Jumat (8/8/2025).

Selain SMK Negeri di Nimun Dani Bao, beberapa Ana, 2 sekolah lainnya yang juga diajukan bantuan yakni SMK Negeri 1 Wulang Gitang yang terdampak erupsi gunung, serta SMK Negeri 1 Titehena yang saat ini masih menggunakan gedung bekas SD sebagai tempat belajar.

Ana menuturkan, proposal bantuan terhadap tiga sekolah tersebut telah diserahkan langsung kepada Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Bapak Lalu, dan saat ini sudah masuk dalam tahap verifikasi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Kemarin, saya sudah mendapat telepon dari pihak Kemendikbudristek, bahwa mereka sedang memverifikasi proposal yang saya kirim. Kita berharap bisa masuk dalam pembiayaan APBN Murni 2025 atau melalui APBN Perubahan,” harap Ana.

Sekretaris Komisi IV DPRD NTT itu juga berharap agar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo, harus bertindak cepat dan responsif dalam menindaklanjuti peluang anggaran dari pemerintah pusat.

“Kadis Pendidikan NTT harus responsif menyambut sinyal dari Komisi X DPR RI, karena ini menyangkut masa depan pendidikan di daerah terpencil kita,” imbuhnya.

Ana berharap, seperti halnya proyek bantuan pendidikan sebelumnya di beberapa SMA/SMK yang telah berhasil mendapatkan anggaran APBN miliaran rupiah, ketiga sekolah ini pun bisa mendapat alokasi dana yang layak.

“Dulu, SMA Negeri 2 Lewolaga dan beberapa sekolah lain bisa mendapat bantuan anggaran sekitar Rp 9 miliar dari APBN. Saya berharap, tiga sekolah ini juga bisa mendapatkan perhatian yang sama,” pintanya.

Sebagai anggota DPRD dari Fraksi PKB, Ana berharap agar DPR RI melalui Komisi X, terus mendorong Kemendikbudristek agar realisasi anggaran untuk pembangunan sekolah-sekolah ini bisa segera terlaksana.

“Kami di daerah sudah bekerja dan menindaklanjuti dari bawah. Sekarang kami sangat berharap sinergi dari DPR RI dan Kementerian terkait untuk bersama-sama memperjuangkan aspirasi bidang pendidikan ini,” pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar