BERITA Raih Penghargaan TP2DD Provinsi Terbaik 2025, NTT Dapat Insentif Fiskal Rp 786 Miliar dari Pempus 30 Nov 2025 10:08
"Sinergi banyak pihak membuat upaya pengendalian inflasi dan perluasan digitalisasi keuangan di NTT berjalan semakin kuat,” ungkap Gubernur Melki.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-– Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meraih penghargaan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik di Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Penghargaan tersebut diberikan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Grha Bhasvara Icchana, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025).
Atas penghargaan tersebut, Provinsi NTT termasuk salah satu Provinsi yang mendapat insentif fiskal senilai Rp 786 miliar dari pemerintah pusat untuk seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mendapat penghargaan PTBI 2025.
Pemerintah pusat menetapkan Rp 786 miliar sebagai dukungan bagi sejumlah daerah yang dinilai berhasil menjaga pengendalian inflasi sekaligus memperluas digitalisasi transaksi keuangan.
Selain Provinsi NTT yang dinilai terbaik untuk kawasan Nusa Tenggara-Maluku-Papua, penghargaan yang berbuah insentif fiskal itu juga diberikan kepada Provinsi Sumatera Selatan, untuk kawasan Sumatera; Provinsi Jawa Timur untuk kawasan Jawa-Bali; Provinsi Kalimatan Timur untuk kawasan Kalimantan; dan Provinsi Sulawesi Selatan untuk kawasan Sulawesi.
Buah Kerja Bersama Lintas Sektor
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir langsung dalam PTBI 2025, menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja bersama lintas sektor.
“Puji Tuhan, ini pencapaian yang membanggakan bagi NTT dan menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga pengendalian inflasi daerah demi menjamin keterjangkauan harga bagi masyarakat terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan serta kualitas layanan publik,” ungkap Gubernur Melki.
PTBI 2025 sendiri merupakan forum penting tempat pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah merumuskan langkah memperkuat stabilitas ekonomi.
Pada kesempatan itu, BI memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah melalui penghargaan TPID dan TP2DD, dua indikator utama dalam pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi keuangan.
Gubernur Melki menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menko Perekonomian, Mendagri, Gubernur BI, Menteri Keuangan, serta seluruh jajaran TPID dan TP2DD NTT, termasuk perbankan, BPS, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Sinergi banyak pihak membuat upaya pengendalian inflasi dan perluasan digitalisasi keuangan di NTT berjalan semakin kuat,” ujarnya.
Sementara Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa insentif fiskal senilai Rp 786 miliar yang disiapkan, bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan instrumen penggerak agar daerah terus memperkuat kebijakan stabilisasi harga dan layanan digital yang inklusif.
Gubernur Melki memastikan bahwa NTT akan memanfaatkan momentum tersebut. “Komitmen kami adalah memperluas ekosistem ekonomi digital yang ramah bagi masyarakat dan dunia usaha. Semoga NTT terus melaju dan memberi manfaat yang lebih besar bagi warganya,” komit Gubernur Melki.
Dengan capaian ini, NTT masuk dalam deretan provinsi yang dinilai mampu menyambut transformasi ekonomi digital dengan langkah konkret, sebuah fondasi penting bagi pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan, melalui percepatan digitalisasi dalam berbagai layanan publik.
--- Guche Montero
Komentar