Breaking News

AGAMA Safari (2) OMK Wolowaru: Bangun Spirit "Orang Muda Hadir dan Ada Bersama" 13 Mar 2026 09:59

Article image
Kegiatan Visitasi dan Katekese Orang Muda Katolik di Lingkungan Boaloka, Wolowaru, Ende. (Foto: Che/Indonesia Satu)
Pater Ixto mengajak orang muda pada suatu keyakinan bahwa Ketaatan tidak dipahami sebagai sebuah kelemahan, tetapi ungkapan ketulusan dan kasih untuk kebaikan bersama (bonum commune).

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Orang Muda Katolik (OMK) Santo Aloysius, Paroki Hati Kudus Yesus Wolowaru, Keuskupan Agung Ende, kembali menggelar kegiatan Katekese dan konsolidasi internal (penjaringan anggota baru).

Kegiatan Katekese bertema "Orang Muda Hadir dan Ada Bersama" itu berlangsung di rumah Ketua Lingkungan Boaloka, Ardi Patty, Kamis (12/3/2026).

Pada kesempatan itu, sebanyak 12 orang muda lingkungan Boaloka bergabung sebagai anggota OMK Wolowaru.

Semangat Ketaatan dan Kasih

Dalam sesi Katekese yang dipandu oleh Katarina Yasinta Pili, para peserta dibimbing untuk mendalami bacaan Kitab Suci yang diambil dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus dengan tema "Ketaatan dan Kasih."

Para peserta tampak aktif menjawab setiap pertanyaan penuntun, pendalaman teks Kitab Suci, syering pengalaman (iman), hingga rencana tindak lanjut.

Dalam syering pengalaman, Papy Fernandes, salah satu pendamping senior OMK Wolowaru menyinggung soal kedisiplinan sebagai bagian dari ketaatan dalam setiap bentuk kegiatan OMK.

"Dari pengalaman, kedisiplinan waktu masih menjadi tantangan yang terus menghantui setiap kegiatan OMK. Hal itu tentu berdampak pada kesan negatif umat yang prihatin dengan anak perempuan mereka saat harus pulang malam. Ini perlu menjadi perhatian serius dari adik-adik OMK," kata Papy.

Senada, Ansy Pili dan Yana, dalam syering pengalaman mereka, mengungkapkan bagaimana pergolakan batin saat mengikuti setiap kegiatan OMK namun cenderung dinilai negatif oleh umat, tetangga, hingga orang tua.

"Ketika aktif di OMK Wolowaru dan hampir sering pulang malam, banyak komentar (negatif) yang muncul; seperti 'anak perempuan macam apa sering pulang malam?' atau prasangka berupa 'jangan-jangan ada hal lain di OMK'," syering Ansy dengan penuh penghayatan.

Ansy mengaku, meski mendapat cibiran dan prasangka negatif, namun dirinya tetap pada keyakinan diri bahwa apa yang dilakukannya semata-mata hanya karena kecintaan terhadap OMK dan untuk urusan rohani di Gereja bersama OMK.

"Kalau mau jujur, semua kegiatan OMK berpusat di gereja Paroki. Hampir semua kegiatan bersifat rohani, untuk Tuhan, untuk OMK. Lalu salahnya di mana?" ungkap Ansy dengan perasaan membatin.

Pengalaman senada diungkapkan Yana yang mengaku harus berani 'keluar dari rumah' untuk bisa terlibat aktif di OMK.

"Tantangan terbesar saya saat awal bergabung di OMK yakni bagaimana harus berurusan dengan seorang mama di rumah. Sebagai anak perempuan di rumah, mama selalu mendidik saya dengan keras dan berharap yang terbaik dari saya. Problem mulai muncul ketika saya harus pulang malam setelah kegiatan OMK," syering Yana.

Yana yang kini dipercayakan sebagai Ketua OMK Paroki itu mengaku tetap tegar menghadapi situasi dalam rumah, termasuk menepis segala anggapan dan prasangka negatif dari sesama.

"Dari pergolakan situasi, saya mulai belajar untuk semakin matang, menjaga kepercayaan orang tua, dan terus berjuang yang terbaik untuk kebaikan dan kemajuan OMK. Bahkan, di saat pengorbanan tulus dianggap negatif oleh orang lain, saya selalu yakin Tuhan selalu ada bersama kita," kata Yana.

Pembentukan Jati Diri dan Pendewasaan Iman

Pastor Moderator OMK Paroki Wolowaru, RP. Kalixtus Hartono, SVD, pada kesempatan itu mengaku sangat bangga dan memberikan apresiasi untuk semangat dan antusiasme orang muda Boaloka dalam kegiatan Katekese dan pilihan untuk bergabung menjadi anggota baru OMK.

"Sebagai Pastor Moderator, saya merasa sangat bangga dan memberikan apresiasi. 

Kebanggaan dan kebahagiaan dalam suasana seperti ini tentu menguatkan jalan panggilan saya sebagai Misionaris yang juga memahami ketaatan dalam setiap panggilan dan tugas-tugas perutusan," ungkap Pater Ixto.

Pater Ixto memotivasi orang muda untuk memahami pengorbanan, termasuk pengorbanan untuk kegiatan-kegiatan positif di OMK, sebagai bentuk kecintaan.

"Dari syering pengalaman teman-teman, sebagai orang muda yang sedang menemukan jati diri, kita butuh pendewasaan (iman) dan penghormatan terhadap diri dengan nilai-nilai positif meski di tengah aneka tantangan. Hal utama yang harus menjadi kekuatan kita adalah tetaplah mengandalkan Tuhan dalam setiap pengalaman dan pergulatan," ajak Pater Ixto.

Terinspirasi tema Katekese dan teks Kitab Suci, Pater Ixto mengajak orang muda pada suatu keyakinan bahwa Ketaatan tidak dipahami sebagai sebuah kelemahan, tetapi ungkapan ketulusan dan kasih untuk kebaikan bersama (bonum commune).

"Ada Roh Kebaikan yang terus mendorong dan menggerakan kita untuk berbuat yang terbaik bagi diri kita, OMK, umat, dan gereja. Untuk teman-teman yang baru bergabung dan sedang aktif, kalian harus bangga sebagai OMK, bangga dengan jati diri kalian, bangga dengan pilihan kalian. Mari berjalan bersama dan 'jangan hilang' (ma'e lewa) dari OMK," ajak Pater Ixto.

Sementara itu, Ketua Lingkungan Boaloka, Ardy Patty, memberikan dukungan dan apresiasi atas semangat dan komitmen OMK yang mengagendakan visitasi ke setiap lingkungan dan stasi.

"Semoga semangat ini terus dijaga dan dihidupkan untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. Untuk adik-adik, harus siap meninggalkan ego diri, siap dibentuk, belajar dan berjalan bersama, serta temukan nilai-nilai positif di OMK," harap Ardi.

Sebelum menutup kegiatan, Ketua OMK Paroki Wolowaru, Maria Sutriyana, tak lupa menyampaikan terima kasih atas segala bentuk dukungan dan partisipasi Pastor Moderator, Pendamping OMK, pengurus Lingkungan, pengurus KUB, orang tua, serta pengurus dan anggota aktif OMK.

"Semoga suasana malam ini menjadi Roh Kasih yang senantiasa menggerakkan diri dan hati kita untuk bersama-sama mencintai, membesarkan dan merasa memiliki OMK sebagai bagian dari jati diri kita sebagai generasi muda Katolik. Untuk kemajuan dan kaberlangsungan OMK ke depan, kami tidak bisa berjuang dan berjalan sendiri. Dukungan semua pihak sangat kami harapkan agar OMK Wolowaru bisa tumbuh, berkembang, dan menjadi kebanggaan bersama," pungkas Yana.

Disaksikan media ini, segenap pihak yang mengambil bagian dalam kegiatan tersebut tampak antusias dan memberi apresiasi, termasuk suasana persaudaraan dan kekeluargaan hingga kegiatan berakhir.

--- Guche Montero

Komentar