AGAMA Safari (4) OMK Wolowaru: Inovasi Diri dan Bersolider dengan Sesama 22 Mar 2026 11:18
"Semoga semangat ini terus dijaga dan dihidupkan untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. Kami orang tua selalu mendukung jika yang dilakukan itu positif dan membangun," ungkap Bapak Aurelius.
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Orang Muda Katolik (OMK) Santo Aloysius, Paroki Hati Kudus Yesus Wolowaru, Keuskupan Agung Ende, kembali melakukan visitasi dengan menggelar Katekese seri IV dan konsolidasi internal (penjaringan anggota baru).
Kegiatan Katekese bertema "Membangun Ekonomi yang Adil dan Manusiawi" itu berlangsung di rumah Ketua KUB Benteng Gading, Aurelius G. V. Dorelagu, Kamis (19/3/2026).
Pada kesempatan itu, sebanyak 15 orang muda lingkungan Kopolo'o bergabung sebagai anggota OMK Wolowaru.
Solidaritas tanpa Sekat Perbedaan
Dalam sesi Katekese yang dipandu oleh Katarina Yasinta Pili, para peserta dibimbing untuk mendalami bacaan Kitab Suci yang diambil dari Kisah Para Rasul; yang menggambarkan tentang cara hidup jemaat perdana yang rela berkorban menjual tanah dan harta mereka demi melayani sesama yang sungguh membutuhkan.
Para peserta tampak aktif menjawab setiap pertanyaan penuntun, pendalaman teks Kitab Suci, syering pengalaman (iman), hingga rencana tindak lanjut.
Dalam syering pengalaman, Hilda Jeharu mensyeringkan pengalaman semasa kuliah saat membantu teman yang sedang dalam kesulitan biaya untuk menyelesaikan ujian akhir (Skripsi).
"Meski saat itu kondisi keuangan saya pas-pasan karena latar belakang orang tua saya yang juga pas-pasan, namun saya tergerak hati untuk membantu meringankan beban teman saya yang saat itu sangat membutuhkan. Meski saat itu niat saya tulus membantu, namun saya merasa kecewa karena uang saya tidak lagi dikembalikan," syering Hilda.
"Pesan dari pengalaman saya, jangan cepat percaya dengan janji meski itu teman baik kita. Namun, saya percaya bahwa Tuhan akan membalas niat baik saya meski saat itu saya sangat kecewa dan marah. Tuhan pasti akan membalas kebaikan kita melalui sesama meski pada saat yang tidak kita harapkan," pesan Hilda.
Syering senada diungkapkan Melty dan Naomi.
Melty mengisahkan pergulatannya semasa kuliah yang mengalami kesulitan secara ekonomi.
"Saya sangat berniat untuk tetap melanjutkan kuliah hingga selesai meski kondisi ekonomi saat itu sangat sulit. Saya lalu memberanikan diri untuk melamar kerja di sebuah warung makan di tengah jadwal kuliah yang padat," kisah Melty.
"Dengan mencuci piring di warung makan sejak sore hingga malam hari, saya mendapat upah Rp 50.000 oleh pemilik warung. Upah itu lalu saya tabung untuk biaya kost, makan minum, termasuk biaya kuliah," kisah Melty.
Melty mengaku, pesan dari pengalaman hidupnya yakni tidak perlu merasa malu jika ada peluang untuk bekerja, apalagi pekerjaan itu halal dan membawa manfaat positif untuk masa depan.
Sementara Naomi mengangkat pengalaman serupa ketika ekonomi orang tuanya terpuruk akibat tawaran investasi bodong, Asia Dinasti Sejahtera (ADS).
"Kalau mau jujur, sebelum tawaran masuk investasi ADS, ekonomi orang tua lagi tajir, sembari menikmati masa pensiun. Namun semuanya berubah menjadi malapetaka. ADS bangkrut, pemilik saham jadi tersangka dan saham nasabah hilang tanpa jejak. Orang tua sangat terpukul, termasuk saya yang saat itu tinggal menyelesaikan kuliah," kisah Naomi.
"Dalam kondisi ekonomi yang lagi terpuruk itu, saya tetap tegar dan bertahan. Puji Tuhan, saya akhirnya bisa mengikuti wisuda meski dalam kondisi apa adanya. Pengalaman itu memberi pesan bahwa kita semua harus waspada dengan tawaran investasi bodong," pesan Naomi.
Inovasi Diri dan Kepekaan Sosial
Pastor Moderator OMK Paroki Wolowaru, RP. Kalixtus Hartono, SVD, pada kesempatan itu mengaku sangat bangga dan memberikan apresiasi untuk semangat dan antusiasme orang muda serta para orang tua di Lingkungan Kopolo'o dalam kegiatan tersebut.
Menyinggung tema Katekese, Pater Ixto memberi memotivasi agar para orang tua dan orang muda Kopolo'o harus berani mulai dengan hal-hal kecil sebagai bentuk inovasi diri.
"Belajar dari cara hidup jemaat perdana sebagaimana inspirasi bacaan Katekese malam ini, kita semua tentu ingin hidup bahagia. Namun, kebahagiaan kita jangan sampai melupakan mereka yang sangat membutuhkan perhatian dan bantuan kita. Kita perlu belajar untuk memberi dengan tulus, membantu tanpa pamrih, serta rela berkorban," ajak Pater Ixto.
Pater Ixto mengajak orang muda dan segenap peserta pada suatu keyakinan bahwa perubahan tidak lahir dari hal-hal luar biasa, namun harus mulai dengan hal-hal kecil dari dalam diri, keluarga, dan lingkungan terdekat.
"Membangun ekonomi yang adil dan manusiawi tidak semata soal harta dan uang, melainkan terutama soal perhatian, kepedulian dan tindakan kasih kepada sesama. Kita punya lahan yang bisa bernilai ekonomis jika diolah dengan baik, apalagi sekarang dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tentu butuh banyak pasokan sayuran dan buah-buahan," sentil Pater Ixto.
"Untuk teman-teman yang baru bergabung dan sedang aktif, kalian harus bangga sebagai OMK, bangga dengan jati diri kalian, bangga dengan pilihan kalian. Mari berjalan bersama dan 'jangan hilang' (ma'e lewa) dari OMK," ajak Pater Ixto.
Sebagai rencana tindak lanjut, para orang muda di setiap lingkungan/stasi akan menggalang Aksi Puasa Pembangunan (APP) maupun iuran anggota untuk keberlangsungan wadah OMK ke depan.
Ketua KUB Benteng Gading, Bapak Aurelius, memberikan dukungan dan apresiasi atas semangat dan komitmen OMK yang mengagendakan visitasi ke setiap lingkungan dan stasi.
"Semoga semangat ini terus dijaga dan dihidupkan untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. Kami orang tua selalu mendukung jika yang dilakukan itu positif dan membangun," ungkap Bapak Aurelius.
Ketua OMK Paroki Wolowaru, Maria Sutriyana, tak lupa menyampaikan terima kasih atas segala bentuk dukungan dan partisipasi Pastor Moderator, Pendamping OMK, pengurus Lingkungan, pengurus KUB, orang tua, serta pengurus dan anggota aktif OMK.
"Terima kasih untuk penerimaan yang hangat, pelayanan yang tulus dan kebersamaan yang terus menguatkan kami. Dukungan bapa/mama dan seluruh umat di lingkungan ini sangat kami harapkan agar OMK Wolowaru bisa tumbuh, berkembang, dan menjadi kebanggaan bersama," pungkas Yana.
Disaksikan media ini, segenap pihak yang mengambil bagian dalam kegiatan tersebut sangat menikmati setiap rangkaian acara dalam suasana persaudaraan dan kekeluargaan.
--- Guche Montero
Komentar