REGIONAL Sejumlah Wilayah Ikut Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flotim 05 Jan 2024 22:24
Gas belerang tinggi menyebar di sebagian besar wilayah di antaranya kabupaten Ende, Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur serta barat laut Kabupaten Sikka dan wilayah barat daya-barat laut Kabupaten Nagekeo.
MBAY, IndonesiaSatu.co-- Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut berdampak ke wilayah kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada.
Kepala Balai Pemantau Gunung Api dan Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Nusa Tenggara, Zakarias Ghele Raja, mengatakan bahwa Kabupaten Nagekeo terdampak semburan abu vulkanik yang cenderung menyebar dengan arah angin ke barat dan barat daya.
“Sebaiknya masyarakat Nagekeo menggunakan masker pelindung agar terhindar dari gangguan pernapasan,” ujar Zakarias, Kamis (4/1/2024) melansir Ekora NTT.
Zakarias menjelaskan, dari data peta pemantauan menunjukkan adanya kadar SO2 (belerang) yang tinggi menyebar di wilayah barat daya-barat laut Kabupaten Nagekeo.
Sementara kadar belerang menengah tersebar di wilayah timur laut hingga selatan Kabupaten Nagekeo serta selatan Kabupaten Ngada.
Zakarias mengimbau agar masyarakat yang bermukim berdasarkan peta penyebaran kadar gas belerang tersebut mengenakan masker pelindung.
Zakarias juga menjelaskan bahwa sebaran gas belerang berdasarkan peta yang terlihat, berdampak pada sejumlah wilayah.
Gas belerang tinggi menyebar di sebagian besar wilayah di antaranya kabupaten Ende, Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur serta barat laut Kabupaten Sikka dan wilayah barat daya-barat laut Kabupaten Nagekeo.
"Kadar SO2 mulai berkurang di wilayah tenggara Kabupaten Ende, timur laut-barat daya Kabupaten Sikka serta wilayah barat laut Kabupaten Manggarai Barat," terangnya.
Untuk diketahui, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur mulai menunjukkan gejala erupsi pada 23 Desember 2023 lalu.
Kondisi itu terjadi setelah sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status dari level I (Normal) ke level II (Waspada) pada 17 Desember 2023.
Selanjutnya, pada 1 Januari 2024, PVMBG menaikkan status dari level II (Waspada) ke level III (Siaga) karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik berdasarkan pemantauan visual dan kegempaan.
--- Guche Montero
Komentar