PENDIDIKAN Semarak Hardiknas 2025 di Kabupaten Ende; Panggung Hiburan Sajikan Kreativitas Seni Bercorak Budaya 27 Apr 2025 20:26
"Kekayaan budaya Ende-Lio-Nage perlu menjadi literasi edukasi agar anak-anak mulai memahami, mencintai serta mampu menghidupi nilai-nilai kearifan budaya baik di sekolah maupun dalam hidup sehari-sehari. Literasi budaya harus terus menjadi resonansi eduk
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Semarak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang akan berpuncak pada 2 Mei 2025 mendatang, mulai terasa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende tersebut bertajuk Panggung Hiburan dan Festival Sepekan.
Dalam semangat "Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua; Menuju Kabupaten Ende yang Maju, Berdaya Saing dan Berkelanjutan Berbasis Iman dan Budaya Ende-Lio-Nage Sare Pawe" itu menyajikan aneka kegiatan berupa pameran hasil karya siswa, pementasan seni-budaya, juga perlombaan cerdas cermat.
Pada Minggu (27/4/2025) malam Wita bertempat di halaman kantor Dinas PK Ende, semarak Hardiknas diwarnai dengan acara Panggung Hiburan bercorak budaya lewat aneka penampilan seni para peserta dari masing-masing sekolah.
Disaksikan media ini, para peserta yang tampil membawakan acara, tampak kompak mengenakan busana khas daerah Ende-Lio-Nage.
Adapun acara yang ditampilkan berupa tarian Nusantara, tarian daerah, tarian kreasi, dance, juga lagu-lagu.
Sementara itu, para pengunjung, orang tua dan penonton yang tampak membludak pada hari kedua tersebut, selain antusias menikmati Panggung Hiburan, juga menikmati hasil karya para siswa yang dipamerkan di setiap stand yang disediakan.
Gelar karya tersebut merupakan implementasi dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di setiap jenjang pendidikan; mulai dari tingkat PAUD hingga Sekolah Menengah se-Kabupaten Ende.
Perkuat Literasi Budaya dan Finansial
Kepada media ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Malthidis Mensi Tiwe, SE.,M.Akt, mengatakan bahwa kegiatan bernuansa hiburan dengan pertunjukkan seni-budaya tersebut mengandung dimensi edukasi yakni untuk memperkuat literasi budaya dalam diri para peserta didik.
"Kekayaan budaya Ende-Lio-Nage perlu menjadi literasi edukasi agar anak-anak mulai memahami, mencintai serta mampu menghidupi nilai-nilai kearifan budaya baik di sekolah maupun dalam hidup sehari-sehari. Literasi budaya harus terus menjadi resonansi edukasi termasuk pada moment Hardiknas ini," ungkap Kadis Mensi.
Selain literasi budaya, lanjut Kadis Mensi, anak-anak juga perlu dibekali dengan literasi finansial agar sejak dini mulai belajar cara hidup hemat, termasuk bagaimana menginvestasikan ilmu pengetahuan sebagai bekal masa depan.
"Selain literasi budaya, hal yang penting yakni literasi finansial yang diisi dengan stand dari Bank BRI dan Bank NTT. Ini juga bagian dari dukungan, kerjasama dan kolaborasi dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Ende," ungkap Kadis Mensi.
Menurut Kadis Mensi, lewat antusiasme dan partisipasi berbagai pihak dan masyarakat, hal itu merupakan energi positif bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Ende.
"Momentum ini diharapkan menjadi energi sinergi menuju kabupaten Ende yang maju, berdaya saing dan berkelanjutan berbasis iman dan budaya Ende-Lio-Nage Sare Pawe," ungkapnya.
Sebelumnya, seperti diberitakan media ini, Kadis Mensi menjelaskan bahwa gawaian kegiatan yang dikemas dalam Panggung Hiburan dan Festival Sepekan tersebut diwarnai dengan gelar karya siswa, cerdas cermat, dan festival budaya (tunas bahasa ibu).
Kadis Mensi mengajak segenap elemen di setiap satuan pendidikan untuk terus menjiwai dan menghidupkan semboyan Ki Hadjar Dewantara: "Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani." (Di depan, memberi Teladan; di tengah memberi bimbingan; di belakang memberi dorongan).
Dengan cirikhas sebagai Kota Pelajar, harap Kadis Mensi, Pendidikan di Kabupaten Ende bisa melahirkan generasi emas bangsa dengan bekal budi pekerti dan karakter yang baik, kemampuan akademik yang berdaya saing serta tetap berakar pada nilai iman dan budaya.
"Setiap orang akan hidup baik, namun dengan pendidikan, orang akan hidup jauh lebih baik," kata Kadis Mensi menginspirasi.
"Mari menyemaraki Hardiknas 2025 dengan semangat Ende Baru menuju Ende Berbudaya, Ende Cemerlang dan Ende Unggul. Jadikan pendidikan sebagai tonggak kemajuan dan perubahan untuk Ende-Lio-Nage Sare Pawe," simpulnya.
--- Guche Montero
Komentar