Breaking News

REGIONAL Sisir Wilayah Terdampak Gempa, Gubernur NTT 'Berkantor' di Flores 22 Aug 2026 14:59

Article image
Gubernur NTT memilih 'berkantor' di Flores guna memastikan penanganan bencana berjalan merata. (Foto: Ist)
Pemerintah, relawan, simpatisan dan berbagai elemen masyarakat terus bergerak bersama membantu warga terdampak gempa.

LABUAN BAJO, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) terus bergerak melakukan penanganan dampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiadws Laka Lena kembali turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak dan 'berkantor' di daratan Flores selama lima hari untuk memastikan penanganan bencana berjalan merata.

Sejak gempa utama terjadi, Gubernur Melki langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten yang terdampak. 

Gubernur bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turun ke lapangan untuk memantau kondisi masyarakat serta memastikan kebutuhan darurat segera ditangani.

Penanganan tidak berhenti pada pemberian bantuan awal. Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), atas arahan Gubernur, mulai mendata rumah warga serta fasilitas pelayanan publik yang mengalami kerusakan. Data tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan pasca gempa.

“Pemerintah Provinsi NTT tidak akan tinggal diam. Kami terus bergerak dan berupaya memastikan penanganan gempa Flores berjalan merata dan menjangkau seluruh masyarakat terdampak,” kata Gubernur Melki, Jumat (21/8/2026).

Pada Kakis (20/8/26), Gubernur Melki kembali tiba di Labuan Bajo untuk melanjutkan pemantauan. Dari wilayah itu, ia dijadwalkan menyisir sejumlah daerah terdampak; mulai dari Labuan Bajo, Manggarai, Manggarai Timur, Bajawa, Nagekeo, Ende hingga Sikka.

Gubernur Melki memilih untuk memperpanjang kehadirannya di Flores agar koordinasi penanganan tidak hanya berlangsung dari pusat pemerintahan di Kupang.

Selama lima hari ke depan, ia dijadwalkan 'berkantor' di daratan Flores sembari memastikan distribusi bantuan dan penanganan kerusakan berlangsung di wilayah yang membutuhkan.

Selain itu, pada Jumat (21/8/26), Pemprov NTT kembali mengirim bantuan logistik. Dua truk sembako tiba di Kabupaten Manggarai untuk penanganan masyarakat dengan pusat distribusi di Ruteng. Bantuan tersebut ditujukan terutama kepada warga yang belum memperoleh bantuan sejak gempa terjadi.

Selain bantuan dari pemerintah provinsi, dukungan dari pemerintah pusat, relawan dan berbagai elemen masyarakat juga terus berdatangan.

Sehari sebelumnya, Gubernur Melki mendampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gubernur Bali dalam penyerahan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa.

Pada hari yang sama, Gubernur Melki juga mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah titik terdampak gempa. Kunjungan tersebut mencakup Desa Waso dan Posko Golo Conggo di Kabupaten Manggarai, serta wilayah Dampek dan Helipad Marunai Pato, Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Rangkaian kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang terdampak, terutama mereka yang berada di wilayah yang sulit dijangkau.

Bagi pemerintah provinsi, gempa Flores bukan hanya persoalan tanggap darurat, tetapi juga pekerjaan besar untuk memulihkan rumah warga dan fasilitas pelayanan publik yang rusak.

Karena itu, pendataan kerusakan, distribusi bantuan, koordinasi lintas pemerintah dan pemantauan lapangan dilakukan secara bersamaan.

Pemerintah Provinsi NTT menegaskan penanganan akan terus dilanjutkan hingga bantuan menjangkau masyarakat terdampak secara merata.

Di tengah situasi tersebut, kedatangan bantuan dari pemerintah pusat dan berbagai kelompok relawan menjadi penanda bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi bencana ini sendirian. Pemerintah, relawan, simpatisan dan berbagai elemen masyarakat terus bergerak bersama membantu warga terdampak gempa.

--- Guche Montero

Komentar