INTERNASIONAL Soal Kemungkinan Akhiri Perang dengan Irama, Trump: Keputusan Bersama Netanyahu 10 Mar 2026 09:36
"Saya pikir itu keputusan bersama sampai batas tertentu. Kami terus berdiskusi. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tetapi semua pertimbangan akan diperhitungkan," ujar Trump.
WASHINGTON, IndonesiaSatu.co-- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa keputusan kapan perang dengan Iran berakhir akan ditentukan bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Dalam wawancara dengan Times of Israel pada Minggu (8/3/2026), Trump tetap memperhitungkan masukan Netanyahu meski keputusan akhir ada di tangannya.
"Saya pikir itu keputusan bersama sampai batas tertentu. Kami terus berdiskusi. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tetapi semua pertimbangan akan diperhitungkan," ujar Trump melansir CNN.
Trump menegaskan bahwa Iran akan menghancurkan Israel jika dirinya dan Netanyahu tidak berada di posisi mereka saat ini.
"Iran akan menghancurkan Israel dan wilayah di sekitarnya. Kami bekerja sama. Kami telah menghancurkan sebuah negara yang ingin menghancurkan Israel," ujarnya.
Ketika disinggung apakah Israel bisa melanjutkan perang setelah AS menghentikan serangannya, Trump menolak membahas kemungkinan tersebut.
"Saya rasa itu tidak akan diperlukan," kata Trump.
Trump juga menghindari penetapan jadwal pasti perang, meski juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan konflik diperkirakan berlangsung empat hingga enam pekan.
Jawaban Trump menunjukkan pengaruh besar Netanyahu terhadap pengambilan keputusan AS dalam perang, yang diluncurkan bersama AS dan Israel pada 28 Februrari lalu.
Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei; Menteri Pertahanan, Amir Hatami dan Komando Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohammed Pakpour.
Wawancara telepon itu dilakukan tidak lama setelah media pemerintah Iran mengumumkan Majelis Ahli Iran menunjuk putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi berikutnya.
Beberapa jam sebelumnya, Trump mengatakan kepada ABC News bahwa pemimpin Iran berikutnya tidak akan "bertahan lama" jika tidak mendapat persetujuan Gedung Putih.
"Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," ujar Trump menanggapi terpilihnya Mojtaba.
--- Guche Montero
Komentar