Breaking News

REGIONAL Kementerian ESDM Diminta Penuhi Kebutuhan Daya Listrik di RSUD Aeramo-Nagekeo 30 Sep 2026 22:50

Article image
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM Komjen Pol (Purn) Drs Rudy Sufahriadi bersama para Nakes di RSUD Aeramo, Nagekeo, NTT. (Foto: Habib Nurdi)
"Saat ini, kapasitas listrik yang tersedia hanya 150 kiloVolt-Ampere (kVa). Sementara kebutuhan rumah sakit diperkirakan mencapai 500 kVA. Sehingga kami meminta penambahan daya listrik/gardu," kata Frumen.

NAGEKEO, IndonesiaSatu.co-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar bakti sosial (baksos) bagi warga terdampak gempa Flores di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada titik kedua dalam misi kemanusiaan ini, rombongan Kementerian ESDM menuju pusat pelayanan kesehatan di RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Rabu (30/9/2026) siang.

Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM Komjen Pol (Purn) Drs Rudy Sufahriadi bersama rombongan Kementerian, meninjau langsung kondisi gedung Rumah Sakit yang rusak akibat bencana gempa 15 Agustus lalu.

Selain itu, rombongan Kementerian mengunjungi para pasien di masing-masing unit perawatan, menyerahkan bantuan kepada para tenaga kesehatan, serta menyerap aspirasi kebutuhan dalam sesi dialog interaktif.

Disaksikan media ini, saat mengunjungi para pasien di masing-masing unit perawatan, Rudy Sufahriadi selalu menyempatkan diri berdialog, memberi hiburan, peneguhan dan harapan agar para pasien dan keluarga diberikan kesabaran dan kesembuhan.

"Semoga tetap kuat, sabar, dan cepat sembuh ya. Tetap jaga kesehatan," hibur Rudy.

Selanjutnya, rombongan Kementerian menuju posko para Nakes.

Di hadapan para Nakes, Rudy menyampaikan apresiasi dan dukungan moril kepada para Nakes yang selalu setia melayani kebutuhan kesehatan para penyintas pascabencana gempa.

"Mewakili Menteri, kami memberikan apresiasi untuk daya tahan, keteguhan, kegigihan, dan kesabaran dalam melayani para para pasien. Untuk para Nakes, terima kasih. Tetap semangat menjadi pahlawan kemanusiaan dan teruslah menjaga semangat masyarakat (pasien)," ungkap Rudy yang juga Staf Ahli Menteri ESDM ini.

Kebutuhan Daya Listrik

Sementara itu, kepala bagian (kabag Tata Usaha RSUD Aeramo, Frumensius Ndona, SE, pada kesempatan itu menerangkan kondisi dan kebutuhan fasilitas serta emergensi RS pascabencana gempa.

Frumen mengatakan, salah satu kebutuhan urgent dan menjadi kendala dalam mengoperasikan berbagai peralatan kesehatan yakni kebutuhan daya listrik yang cukup besar.

"Saat ini, kapasitas listrik yang tersedia hanya 150 kiloVolt-Ampere (kVa). Sementara kebutuhan rumah sakit diperkirakan mencapai 500 kVA. Sehingga kami meminta penambahan daya listrik/gardu," kata Frumen.

Frumen menerangkan, kebutuhan daya listrik akan semakin besar ketika sejumlah peralatan baru mulai dioperasikan, termasuk CT scan yang belum masuk ke rumah sakit.

"Selama ini, RSUD Aeramo hanya mengandalkan PLN sebagai sumber listrik utama dan genset sebagai cadangan. Namun, ketika listrik dari PLN padam, kapasitas genset tidak selalu mampu mendukung seluruh peralatan kesehatan. Ini kendala yang hampir sering kami alami," beber Frumen.

Frumensius mengatakan, kebutuhan tambahan daya listrik sangat diperlukan untuk sejumlah unit pelayanan dalam penanganan pasien, terutama ruang operasi yang membutuhkan listrik besar. 

"Selain ruangan operasi, kebutuhan listrik juga dibutuhkan di ruangan perinatal, ICU, radiologi, hingga laboratorium. Kalau daya bisa mencapai 500 kVA, itu sudah cukup," tandasnya.

Menanggapi keluhan dan permintaan terkait kebutuhan daya listrik itu, Rudy Sufahriadi mengaku akan disampaikan kepada Menteri ESDM untuk ditindaklanjuti.

"Tentu apa yang diusulkan ini akan kami sampaikan ke Menteri ESDM dan juga Dirjen Ketenagalistrikan," tutup Rudy.

Usai sesi dialog interaktif, Rudy menyerahkan paket bantuan kepada perwakilan nakes dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

--- Guche Montero

Komentar