INTERNASIONAL Teleskop Webb Tangkap Gambar Bintang Terjauh yang Pernah Dilihat 14 Aug 2023 15:42
Nama bintang ini berasal dari kata bahasa Inggris Kuno yang berarti "bintang pagi" atau "cahaya yang terbit".
AMERIKA SERIKAT, IndonesiaSatu.co -- Para astronom telah menggunakan James Webb Space Telescope untuk mengamati Earendel, bintang terjauh yang pernah terdeteksi.
Dilansir dari CNN (11/8/2023), Earendel begitu jauh sehingga cahaya bintang yang dilihat sekilas oleh teleskop Webb dipancarkan dalam satu miliar tahun pertama alam semesta. Alam semesta diperkirakan berusia sekitar 13,8 miliar tahun.
Perkiraan sebelumnya menunjukkan bintang itu berjarak 12,9 miliar tahun cahaya dari Bumi, tetapi mengingat perluasan alam semesta dan berapa lama cahaya telah menempuh perjalanan untuk mencapai kita, para astronom percaya Earendel saat ini berjarak 28 miliar tahun cahaya.
Nama bintang ini berasal dari kata bahasa Inggris Kuno yang berarti "bintang pagi" atau "cahaya yang terbit". Teleskop Luar Angkasa Hubble pertama kali melihat Earendel pada tahun 2022.
Pengamatan Webb mengungkapkan wawasan baru tentang bintang yang sangat jauh. Earendel adalah bintang tipe B masif sekitar 1 juta kali lebih terang dari matahari kita dan lebih dari dua kali lebih panas.
Bintang tersebut berada di galaksi Sunrise Arc dan hanya dapat diamati karena gugus galaksi masif yang disebut WHL0137-08 yang ada di antara Bumi dan Earendel memperbesar objek yang jauh.
Fenomena ini disebut pelensaan gravitasi, yang terjadi ketika objek yang lebih dekat berfungsi seperti kaca pembesar untuk objek yang jauh.
Gravitasi pada dasarnya melengkungkan dan memperbesar cahaya galaksi latar belakang yang jauh. Dalam hal ini, gugusan galaksi mengintensifkan cahaya Earendel ribuan kali lipat.
Bintang masif seperti Earendel biasanya memiliki bintang pendamping, dan meskipun para astronom tidak berharap dapat menemukannya, warna yang terdeteksi oleh Webb menunjukkan kemungkinan adanya bintang pendamping merah yang sejuk.
Kemampuan Webb untuk mengintip ke alam semesta yang jauh dan mengamati dalam cahaya inframerah, yang tidak terlihat oleh mata manusia, juga menangkap detail di galaksi Sunrise Arc.
Observatorium luar angkasa melihat area kelahiran bintang dan gugusan kecil bintang.
Para astronom terus menganalisis data dari pengamatan Webb untuk menentukan jarak yang tepat dari galaksi Sunrise Arc.
Mempelajari bintang dan galaksi yang sangat jauh yang berasal lebih dekat dengan big bang dapat mengisi kekosongan yang dimiliki para astronom tentang masa-masa awal alam semesta dan memberikan gambaran sekilas tentang seperti apa galaksi Bima Sakti kita miliaran tahun yang lalu.
Kemampuan Webb untuk mempelajari objek sekecil itu sangat menggembirakan bagi para astronom. Pada akhirnya dimungkinkan untuk melihat bintang pertama yang lahir dari unsur mentah seperti hidrogen dan helium tepat setelah kelahiran alam semesta. ***
--- Simon Leya
Komentar