Breaking News

INTERNASIONAL Telur Burung Unta Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Israel 13 Jan 2023 14:02

Article image
Telur burung unta tidak hanya digunakan sebagai makanan pada zaman prasejarah, tetapi juga sebagai wadah penguburan, barang mewah, dan pembawa air. (FotoL The Jerusalem Post)
Telur unta digunakan tidak hanya sebagai sumber makanan - satu telur burung unta memiliki nilai gizi yang sama dengan sekitar 25 butir telur ayam - tetapi juga sebagai wadah penguburan, barang mewah yang dihiasi ukiran atau lukisan, dan sebagai pembawa a

TEL AVIV, IndonesiaSatu.co -- Delapan telur burung unta yang diyakini berusia lebih dari 4.000 tahun telah ditemukan di dekat lubang api kuno di Israel.

Sebuah situs kamp prasejarah yang digunakan oleh pengembara gurun ditemukan di bawah bukit pasir Nitzana di wilayah Negev, kata Otoritas Kepurbakalaan Israel.

Direktur penggalian Lauren Davis seperti diberitakan BBC mengatakan para arkeolog juga menemukan alat-alat batu dan pecahan tembikar, tetapi telur-telur itu adalah "penemuan yang benar-benar istimewa".

Burung unta liar biasa ditemukan di daerah itu hingga abad ke-19.

Telur burung besar yang tidak bisa terbang telah ditemukan di situs arkeologi dari beberapa periode.

Telur unta digunakan tidak hanya sebagai sumber makanan - satu telur burung unta memiliki nilai gizi yang sama dengan sekitar 25 butir telur ayam - tetapi juga sebagai wadah penguburan, barang mewah yang dihiasi ukiran atau lukisan, dan sebagai pembawa air.

"Menarik, meskipun telur burung unta tidak jarang ditemukan dalam penggalian, tulang burung besar itu tidak ditemukan," kata Amir Gorzalczany dari Israel Antiquities Authority.

"Ini mungkin menunjukkan bahwa di dunia kuno, orang menghindari menangani burung unta dan puas dengan mengumpulkan telurnya."

Kedekatan telur dengan lubang api yang ditemukan di daerah Beer Milka menunjukkan bahwa telur tersebut sengaja dikumpulkan dan digunakan sebagai makanan.

Telur-telur itu dihancurkan tetapi terawetkan dengan baik karena lokasi perkemahan tertutup pasir begitu lama dan juga karena iklim yang kering di daerah tersebut.

"Lokasi perkemahan ini dengan cepat ditutupi oleh bukit pasir dan terpapar kembali dengan pergerakan pasir selama ratusan dan ribuan tahun," kata Lauren Davis.

"Fakta ini menjelaskan pelestarian telur yang luar biasa, memungkinkan kita melihat sekilas kehidupan para pengembara yang menjelajahi gurun di zaman kuno." ***

 

--- Simon Leya

Tags:
Israel

Komentar