Breaking News

REGIONAL Temukan Fakta Baru, Kepala KSOP Labuan Bajo 'Stephanus Risdianto' Bantah Sebutan Speedboat Tenggelam, Harusnya Ini! 03 Aug 2024 07:15

Article image
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Stephanus Risdianto. (Foto: RRI/ Epi Wahab)
Semua kru dan penumpang selamat. Tidak ada yang terluka, para penumpang dan kru ada yang melompat ke air dan ada yang bertahan dibagian badan kapal yang masih mengapung

MANGGARAI BARAT, IndonesiaSatu.co-- Terbaliknya kapal cepat (speedboat) Refviero di perairan Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (1/8) disebabkan oleh kuatnya arus laut.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Stephanus Risdianto sebagaimana dikutip dari media detik.com, mengatakan kuatnya arus di lokasi kejadian dipicu pasang surut air laut. Stephanus juga membantah informasi awal yang menyebutkan jika kapal cepat yang mengangkut sebanyak16 wisatawan itu tenggelam.

"Pada saat mendekati Pink Beach 1 terjadi arus kuat akibat pasang surut dan terjadi pusaran yang memutar badan kapal sehingga kapal miring dan terbalik, namun tidak tenggelam," kata Stepanus.

Stephanus mengungkapkan, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Para penumpang dan kru melompat dan ada yang tetap berpegang pada bagian speedboat yang mengapung.

"Semua kru dan penumpang selamat. Tidak ada yang terluka, para penumpang dan kru ada yang melompat ke air dan ada yang bertahan dibagian badan kapal yang masih mengapung" ungkap Stephanus.

Lanjut Stephanus, semua kru dan penumpang telah dievakuasi ke pantai oleh kapal wisata lain yang melintas di dekat lokasi kejadian termasuk Kapal Cepat yang terbalik sudah diamankan sehingga tidak mengganggu jalur pelayaran.

Mengenai surat ijin kapal tersebut, Stephanus memastikan speedboat Refviero itu sudah mengantongi surat.
"Sudah mengantongi surat persetujuan berlayar (SPB) dari KSOP Labuan Bajo," tegas Stephanus.*

--- Hendrik Penu

Komentar