Breaking News

NASIONAL Tingkatkan Produksi, PT Garam Belajar Sampai ke China 08 Aug 2018 09:02

Article image
Kawasan produksi garam di Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. (Foto: Tribun News)
Untuk memenuhi ambisinya sebagai produsen garam satu-satunya di Tanah Air, PT Garam (Persero) sedang menjajaki kerja sama dengan China Salt Industry Coorporation, perusahaan garam terbesar di negara itu.

BEIJING, IndonesiaSatu.co – PT Garam (Persero) terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas garam untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Dan tidak mustahil, ke depan PT Garam akan menjadi pengekspor garam.

Namun untuk saat ini, Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri. 

Untuk memenuhi ambisinya sebagai produsen garam satu-satunya di Tanah Air, PT Garam (Persero) sedang menjajaki kerja sama dengan  China Salt Industry Coorporation, perusahaan garam terbesar di negara itu.

Kerja sama tersebut  mulai dilakukan PT Garam bersama  Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun di Beijing, Selasa (7/8/2018).

Hadir juga dalam pertemuan yang dilakukan di KBRI Beijing tersebut di antaranya Komisaris PT Garam Eniya Listiani Dewi, didampingi Direktur Farmasi dan Medika, BPPT, Imam Paryanto.
    
PT Garam seperti disampaikan dalam keterangan pers kepada media, Rabu (8/8/2018) merupakan satu-satunya perusahaan yang memproduksi garam di Indonesia, dengan kapasitas produksi 350 ribu ton/tahun. 

Usaha dan produksi  garam tidak terlalu besar karena bergantung iklim dan dihasilkan secara on-farm. Kualitas dan kuantitasnya pun belum terlalu banyak.
    
Sementara itu kebutuhan garam di Indonesia 4.5 juta ton/tahun, selain PT Garam, penghasil Garam adalah petani garam dengan total lahan 25 ribu hektar (5000 hektar milik PT Garam).
    
Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri yang ada hanya 2.3 juta ton/tahun, sisanya masih impor. Target PT Garam tahun 2021 adalah memenuhi 50% permintaan dalam negeri. 

Menurut Djauhari, kunjungan tersebut untuk mengetahui cara memproduksi garam dalam jumlah yang banyak dan kualitas yang baik , di mana CNSIC memproduksi 18 juta ton/tahun dan sebagian besar merupakan garam sumur (tambang garam), sehingga produksinya tidak bergantung pada musim. 

 "Kami akan ikut mendorong kerjasama PT Garam dengan CNSIC, termasuk kemungkinan berinvestasi dan berproduksi agar Indonesia mengurangi impor, malah mungkin ekspor," kata Djauhari menambahkan.

--- Simon Leya

Tags:
Garam PT Garam

Komentar