NASIONAL Tokoh Pergerakan Jumhur Hidayat Resmi Menjabat Menteri Lingkungan Hidup 27 Apr 2026 21:53
Jumhur pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkampanye demi menjadikan kesadaran lingkungan sebagai bagian dari keseharian hidup.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri dan Kepala Badan pada hari ini di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Salah satunya, presiden melantik Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) dalam pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Presiden Prabowo Subianto yang kemudian diikuti oleh Jumhur.
Jumhur dilantik menggantikan Hanif Faisol Nurofiq, yang juga dilantik menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Usai pengambilan sumpah tersebut, Jumhur dan Presiden Prabowo melakukan penandatanganan berita acara sebagai bagian dari rangkaian pelantikan. Proses kemudian dilanjutkan dengan Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersalaman dengan Jumhur dan keluarganya.
Selain Jumhur, presiden juga melantik Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia dan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Acara pelantikan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Selai itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Selanjutnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, serta Akademisi Rocky Gerung.
Profil Jumhur Hidayat
Mohammad Jumhur Hidayat atau biasa Jumhur resmi dilantik Presiden Prabowo sebagai Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Jumhur memang tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Dia merupakan aktivis atau tokoh pergerakan yang kerap menyoroti isu seputar buruh. Dia juga salah satu inisiator berdirinya Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Suaranya dalam mengeritik pemerintah terbilang lantang dan keras. Karena itu, pada tahun 1989, dia pernah mendekam di penjara karena terlibat dalam aksi mahasiswa yang menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri, Rudini.
Jumhur juga ikut mendirikan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Indonesia (YKPI) dan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) sekaligus menjadi ketua umumnya hingga 2012.
Selain menjadi aktivis, Jumhur juga pernah bergabung dengan Partai Daulat Rakyat, dan didaulat menjadi Sekretaris Jenderal partai tersebut. Dalam pemilu 1999, partai tersebut mendapatkan 1 (satu) kursi DPR RI.
Namun setelah gagal dalam Pemilu Legislatif 2004, Jumhur meninggalkan kegiatan politik dan kembali ke dunia yang telah membesarkannya, di dunia pergerakan.
Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumhur pernah ditunjuk menjadi Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan TKI sejak 11 Januari 2007 hingga 11 Maret 2014.
Pada tahun 2020, Jumhur kembali berurusan dengan polisi. Deklarator sekaligus Komite Eksekutif KAMI itu ditangkap polisi di kediamannya di daerah Jakarta Selatan. Jumhur ditangkap dengan tuduhan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Usai dilantik Presiden Prabowo, Jumhur menyampaikan terdapat sejumlah agenda yang siap dijalankan.
“Pasti banyak hal yang harus dilakukan yang di depan mata kita. Misalnya sampah, kita juga secara bertahap berarti akan mengikuti global standard, berbagai perjanjian internasional yang akan kita kerjakan itu,” ujarnya kepada awak media.
Jumhur pun menyatakan optimismenya dalam mengemban tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Apalagi menurutnya, Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat terhadap isu lingkungan hidup.
“Mudah-mudahan dengan dukungan Bapak Presiden yang punya komitmen begitu kuat dalam lingkungan hidup ini, maka saya yakin dan aparat di Kementerian Lingkungan Hidup akan bisa melaksanakan dengan baik,” katanya seperti dikutip dari Presidenri.go.id.
Selain agenda teknis dan regulasi, Jumhur juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Jumhur pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkampanye demi menjadikan kesadaran lingkungan sebagai bagian dari keseharian hidup.
“Doakan dan bantu saya berkampanye untuk memastikan lingkungan hidup mulai di habit di hati kita, habit of our heart tentang lingkungan hidup. Kalau itu terjadi insyaallah dampaknya akan makin baik ke depan,” pungkasnya. *
--- F. Hardiman
Komentar