Breaking News

KEUANGAN Transaksi Non-Tunai Bank Mandiri 99,2% Digital, Livin’ Layani 11,36 Miliar Transaksi 19 Jan 2026 16:26

Article image

JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai BUMN sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan transaksi digital dan perluasan inklusi keuangan nasional. Berdasarkan keterangan resmi Bank Mandiri yang dikutip Senin (19/1/2026), sebanyak 99,2% transaksi ritel non-cash perseroan telah dilakukan secara digital melalui Livin’ by Mandiri.

Didukung oleh meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, Livin’ by Mandiri kian memantapkan perannya sebagai solusi finansial digital utama Bank Mandiri sekaligus motor akselerasi transformasi digital perseroan.

Hingga 30 November 2025, aplikasi Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh lebih dari 36,5 juta pengguna, tumbuh 27,1% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut turut mendorong lonjakan frekuensi transaksi.

Sampai dengan November 2025, Livin’ by Mandiri tercatat telah melayani 11,36 miliar transaksi, meningkat 21,6% YoY. Sementara itu, nilai transaksi yang diproses melalui aplikasi tersebut mencapai Rp14.195 triliun, tumbuh 6,75% YoY.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, kinerja positif tersebut tidak terlepas dari penguatan layanan digital yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan fokus pada kemudahan transaksi dan optimalisasi sinergi ekosistem perusahaan.

“Sejalan dengan kebutuhan nasabah akan layanan yang cepat dan praktis, Bank Mandiri menghadirkan Livin’ by Mandiri sebagai solusi digital yang menyederhanakan proses transaksi agar berjalan lebih efisien dan efektif,” ujar Riduan dalam keterangannya, Senin (19/1).

Riduan menjelaskan, Livin’ by Mandiri terus dikembangkan melalui penambahan fitur yang relevan dengan kebutuhan nasabah dan perkembangan teknologi. Salah satu fitur yang kini banyak digunakan adalah QRIS Tap, yang memungkinkan pengguna ponsel Android berteknologi NFC melakukan pembayaran cukup dengan menempelkan perangkat ke mesin EDC atau gate transportasi publik, seperti Commuter Line, MRT Jakarta, Transjakarta, LRT Jabodebek, dan Damri.

Sejak diluncurkan pada pertengahan 2025, fitur pembayaran contactless tersebut mencatat tingkat adopsi yang tinggi berkat kemudahan dan kecepatan transaksi yang ditawarkan.

Selain transaksi domestik, Livin’ by Mandiri juga memperluas dukungan transaksi lintas negara melalui layanan QR Cross Border, termasuk QR Cross Border Jepang, yang memungkinkan nasabah bertransaksi QRIS di Jepang semudah bertransaksi di dalam negeri.

Antusiasme nasabah juga tercermin dari pemanfaatan Tabungan Multi Currency. Produk ini memungkinkan nasabah memiliki satu rekening utama dengan beberapa sub-rekening dalam berbagai mata uang asing. Terbaru, Livin’ by Mandiri telah mendukung mata uang Korean Won (KRW) yang dapat dihubungkan dengan Mandiri Debit Visa untuk transaksi bebas konversi kurs di Korea Selatan.

Di sisi investasi, Livin’ by Mandiri turut mencatat peningkatan minat pada fitur Investasi Surat Berharga Negara (SBN) Sekunder yang diluncurkan pada September 2025. Fitur ini memungkinkan nasabah berinvestasi SBN di pasar sekunder dengan nilai mulai dari Rp1 juta, lengkap dengan akses perbandingan seri, data historis harga, dan imbal hasil.

Berbagai penguatan tersebut menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung penguatan ekonomi berbasis transaksi digital. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong akselerasi digital melalui pengembangan fitur yang manfaat dan nilai tambahnya dapat dirasakan secara nyata oleh nasabah,” pungkas Riduan. ***

Kalau mau dipotong buat headline halaman depan atau ditambah angle persaingan bank digital, tinggal bilang bro ????

--- Sandy Javia

Komentar