KEUANGAN Pecah Rekor! Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.067 Triliun, Tumbuh di Atas Ekonomi Nasional 18 Feb 2026 13:08
JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Sektor ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) Indonesia mencatatkan performa impresif sepanjang tahun 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total aset perbankan syariah berhasil menembus angka psikologis baru dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa aset perbankan syariah per Desember 2025 mencapai Rp1.067,73 triliun, atau tumbuh 8,92% secara tahunan (year-on-year/yoy).
"Sisi pembiayaan juga menunjukkan kinerja apik dengan nilai Rp705,22 triliun, tumbuh 9,58% yoy. Momentum ini menjadi modal penting untuk membangun industri yang semakin resilient di 2026," ujar Dian dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
HVC Jadi Mesin Pertumbuhan PDB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menjelaskan bahwa sektor Halal Value Chain (HVC) kini menjadi pilar strategis transformasi ekonomi. Pada 2025, sektor HVC tumbuh 6,2% (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11%.
Lonjakan ini didorong oleh tiga sektor utama:
- Makanan dan Minuman Halal
- Pariwisata Ramah Muslim
- Modest Fashion
"Kontribusi HVC terhadap PDB meningkat dari 25,45% pada 2024 menjadi 27% pada 2025. Ini menunjukkan daya tahan nyata sektor syariah terhadap dinamika global," kata Destry.
Inovasi Keuangan Sosial dan Literasi
Tak hanya perbankan komersial, sektor keuangan sosial syariah juga menunjukkan taringnya. Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui BAZNAS hingga Triwulan II-2025 mencapai Rp52,5 triliun, melonjak 43% dibandingkan total capaian tahun 2024.
Selain itu, tingkat literasi ekonomi syariah masyarakat Indonesia kini menyentuh angka 50,18%, hampir dua kali lipat dibandingkan posisi tahun 2023.
Strategi Menuju Pusat Syariah Dunia 2030
Sebagai langkah akselerasi di 2026, BI meluncurkan Blueprint Eksyar 2030 dan memulai Kick-Off Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2026. Program ini melibatkan sinergi 10 kementerian dan lembaga untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, start-up, dan industri halal.
Melalui integrasi sektor riil dan pembiayaan syariah yang lebih dalam, Indonesia optimistis memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi syariah dunia.
Performa Sektor Syariah 2025 (Highlights)
| Indikator Keuangan | Capaian 2025 | Pertumbuhan (yoy) |
| Total Aset Perbankan | Rp1.067,73 Triliun | 8,92% |
| Total Pembiayaan | Rp705,22 Triliun | 9,58% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp892,99 Triliun | 10,14% |
| Sektor Halal (HVC) | Kontribusi 27% ke PDB | 6,2% |
| Literasi Eksyar | 50,18% | - |
***
--- Sandy Javia
Komentar