Breaking News

PERTAHANAN Valens Daki-Soo: Jet Tempur KF-21 Boramae Menandai Babak Baru Kemandirian RI 19 Mar 2026 09:45

Article image
Jet atempur KF-21 Boramae. (Foto: Ist)
"KF Boramae akan menjadi penanda bahwa Indonesia tidak lagi sekadar bertahan, namun aktif membangun benteng kedaulatan NKRI di matra udara yang modern, mandiri dan efektif," pungkas Valens.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pengamat militer Valens Daki-Soo mengatakan, kita perlu mendukung rencana pembelian 16 unit jet tempur semi-siluman KF-Boramae. Jet tempur generasi 4,5 ini dirancang dan dibangun bersama oleh Korea Selatan dan Indonesia. 

Dengan keterlibatan para insinyur dari PT Dirgantara Indonesia (DI), pembuatan bersama KF-Boramae menandai babak baru bagi upaya kemandirian bangsa kita dalam teknologi militer dirgantara.

Hal ini disampaikan Valens Daki-Soo kepada media, Kamis (19/3/2026).

Sebagaimana diberitakan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Seoul pada 1 April 2026 untuk meresmikan kontrak pembelian 16 unit jet tempur KF-21 Boramae.

"Langkah strategis ini bukan sekadar transaksi alutsista biasa, melainkan suatu peristiwa monumental dalam konteks kemandirian pertahanan Indonesia di kawasan Asia Tenggara," ujar Valens, mantan staf khusus Wakil KSAD era Letjen TNI Kiki Syahnakri.

Ia mengatakan, KF-21 Boramae, yang lahir dari kolaborasi erat antara Indonesia dan Korea Selatan, merupakan jet tempur generasi 4,5 yang mengisi celah kritis antara jet tempur konvensional dan teknologi siluman masa depan.

Dengan desain "semi-stealth" yang mampu meminimalisasi jejak radar musuh, pesawat ini menjadi jawaban atas tantangan keamanan yang kian kompleks dan dinamis di wilayah perbatasan. Utamanya pengamanan zona maritim strategis seperti Laut Natuna Utara.

Keunggulan utama Boramae terletak pada "otak" digitalnya: radar AESA (Active Electronically Scanned Array). Teknologi ini memungkinkan pilot untuk melacak puluhan target secara simultan dengan presisi bedah, bahkan di tengah gangguan elektronik musuh yang pekat. Dipadukan dengan rudal udara-ke-udara Meteor, KF-21 bertransformasi menjadi predator angkasa yang sangat disegani.

Bagi Indonesia, nilai investasi ini jauh melampaui jumlah unit yang dibeli. Melalui skema Transfer Technology (ToT), para insinyur dari PT Dirgantara Indonesia mendapatkan akses ke pengetahuan teknis tingkat tinggi. Ini adalah investasi jangka panjang agar di masa depan, Indonesia tidak hanya menjadi pembeli, tetapi mampu merancang dan merakit jet tempur secara mandiri.

"Kehadiran KF-21 bersama jet tempur berat Rafale buatan Prancis dan jet tempur generasi 5 KAAN bikinan Turki, akan membuat TNI AU memiliki komposisi kekuatan udara paling beragam dan unggul di Asia Tenggara. KF Boramae akan menjadi penanda bahwa Indonesia tidak lagi sekadar bertahan, namun aktif membangun benteng kedaulatan NKRI di matra udara yang modern, mandiri dan efektif," pungkas Valens.

--- Guche Montero

Komentar