PERTAHANAN Valens Daki-Soo: Jet Tempur Rafale Akan Perkuat "Air Superiority" TNI AU 16 Dec 2025 20:17
"Rafale akan menjadi tulang punggung kekuatan udara Indonesia, dalam hal ini TNI AU. Kehadiran Rafale bakal meningkatkan kemampuan untuk melindungi wilayah udara nasional dalam berbagai misi baik keunggulan udara, serangan laut, pengintaian, dan lain-lai
JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Pengamat militer Valens Daki-Soo (VDS) mengatakan, kedatangan 42 jet tempur Rafale buatan Prancis akan memperkuat "air superiority" Indonesia.
Seperti diberitakan, dari pesanan sebanyak 42 unit jet tempur berat tersebut, enam unit akan tiba di Indonesia pada 2026.
Tiga unit pertama akan mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, akhir Januari 2026.
"Indonesia tengah memperkuat postur pertahanan dengan memodernisasi kekuatan udaranya. Antara lain, dengan mengakuisisi jet tempur Dassault Rafale dari Prancis, dengan total pesanan awal 42 unit yang akan dikirim bertahap mulai awal 2026, memperkuat TNI AU dengan pesawat generasi 4.5 serbaguna untuk berbagai misi tempur," ujar VDS yang sejak 1994 bekerja di lingkungan militer Indonesia, Senin (16/12/2025).
Menurut VDS, yang juga mantan Staf Khusus Kepala BIN era Letjen TNI Arie J Kumaat, pemerkuatan tiga matra TNI yakni AD, AL dan AU sangat relevan bahkan urgen sebagai respons terhadap dinamika di kawasan regional ASEAN dan Laut China Selatan (LCS).
Menurutnya, peningkatan postur pertahanan yang ditandai modernisasi alat utama sistem kesenjataan (Alutsista) akan memperkuat "deterrent power" atau daya tangkal Indonesia terhadap musuh potensial dari luar.
"Kita tidak mencari musuh. Kita malah mesti aktif menciptakan perdamaian di dunia. Namun, tidak berarti kita lengah membangun kekuatan pertahanan. Musuh tidak perlu dicari, tetapi ketika dinamika memunculkan situasi permusuhan atau 'hostile situation', kita harus siap dan mampu tanggap-segera," tegas VDS yang juga mantan Staf Khusus Wakil KSAD era Letjen TNI Kiki Syahnakri.
Varian Standar Terbaru
Jet tempur Rafale yang dikirim ke Indonesia adalah varian standar terbaru F4I, dilengkapi sistem canggih, mesin kembar Snecma M88-2, dan mampu membawa rudal Meteor serta persenjataan lain seperti MICA, SCALP-EG, dan Exocet AM39.
'Batch' pertama (6 unit) akan dikirim mulai awal 2026, dengan tiga unit pertama dijadwalkan tiba di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru sebagai 'home base', akhir Januari 2026.
"Rafale akan menjadi tulang punggung kekuatan udara Indonesia, dalam hal ini TNI AU. Kehadiran Rafale bakal meningkatkan kemampuan untuk melindungi wilayah udara nasional dalam berbagai misi baik keunggulan udara, serangan laut, pengintaian, dan lain-lain," pungkas VDS.
--- Guche Montero
Komentar