Breaking News

BERITA Warga Mesuji Lampung Bakar Pondok Pesantren Nurul Jadid 11 May 2026 17:02

Article image
Warga Mesuji di Provinsi Lampung membakar Pondok Pesantren Nurul Jadid. (Foto: Ilustrasi/iStockh)
Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi.

MESUJI, IndonesiaSatu.co-- Aksi perusakan dan pembakaran fasilitas Pondok Pesantren Nurul Jadid di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, terjadi pada Jumat (8/5/2026). 

Peristiwa tersebut sempat memicu situasi tidak kondusif di wilayah tersebut. Aparat kepolisian kini terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap keterlibatan pihak lain.

Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB, usai shalat Jumat. Warga Desa Tanjung Mas Jaya awalnya berkumpul untuk membahas rencana pengembangan masjid di desa.

Namun, pembahasan kemudian beralih ke persoalan Pondok Pesantren Nurul Jadid. Dalam diskusi tersebut, warga menyoroti keberadaan Kiyai Muhammad Fajar Sodiq yang disebut tidak mengikuti kesepakatan sebelumnya.

"Penyampaian aspirasi terkait mengapa Kiyai Muhammad Fajar Sodiq kembali ke pondok pesantren dan tidak mengikuti kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya," terang IPDA Andri dikutip dari laman Tribratanews Polri. Warga kemudian berencana menyampaikan aspirasi secara langsung dengan didampingi oleh Bhabinkamtibmas.

Situasi Berubah Menjadi Anarkis

Upaya penyampaian aspirasi tidak membuahkan kesepakatan. 

Seiring berjalannya waktu, jumlah massa yang datang semakin banyak dan situasi menjadi tidak terkendali. Sekitar pukul 19.00 WIB, aparat kepolisian bersama pihak kecamatan telah mencoba meredam situasi. Namun, kondisi justru semakin memanas hingga berubah menjadi aksi demonstrasi yang anarkis.

Sekitar pukul 23.00 WIB, massa mulai melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas pondok pesantren. 

Selain itu, massa juga berusaha mencari keberadaan Kiyai Muhammad Fajar Sodiq. Namun, yang bersangkutan telah lebih dulu diamankan dan diungsikan oleh aparat ke rumah warga.

Dalam peristiwa tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain: satu buah gelas air mineral ukuran 200 ml berisi bensin dan satu unit sepeda motor jenis Honda Vario. Barang bukti ini diduga digunakan dalam aksi pembakaran.

Pasca kejadian, jajaran Polres Mesuji bersama Polsek Mesuji Timur melakukan berbagai langkah untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Beberapa upaya yang dilakukan antara lain: melakukan sambang ke tokoh masyarakat dan tokoh agama dan menggelar koordinasi dengan perangkat desa Melakukan penggalangan terhadap masyarakat.

Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi.

"Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif, jangan ada lagi kejadian serupa di kemudian hari, serta menyerahkan semua permasalahan ini kepada pihak kepolisian," kata Kapolres. 

Kapolres juga meminta masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan proses hukum kepada aparat. 

"Terkait proses hukum mari kita serahkan dan percayakan kepada pihak kepolisian," imbaunya.

Sementara itu, kepala Desa Tanjung Mas Jaya, Suyanto, menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah bergerak cepat menangani situasi.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolres dan jajarannya yang hari ini bersedia duduk bersama kami guna menyelesaikan permasalahan yang sudah terjadi di desa kami," ujarnya. 

Sutanto juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut serta mengajak masyarakat untuk menjaga kondusivitas. 

"Saya selaku kepala desa mewakili masyarakat meminta maaf kepada Polres Mesuji dan jajaran atas insiden yang terjadi," ungkapnya.

Kapolsek Mesuji Timur, IPDA Andri Fernandes mewakili Kapolres Mesuji menjelaskan bahwa pelaku yang diamankan berinisial AN (30), warga setempat.

"Hasil pemeriksaan sementara pelaku diduga telah melakukan provokasi terhadap warga untuk melakukan tindakan anarkis terhadap fasilitas pondok pesantren dengan cara membakar dan merusak," jelasnya.

Saat ini, pelaku telah dibawa ke Mapolres Mesuji untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

--- Guche Montero

Komentar