INTERNASIONAL Wina Teratas Kota Berkualitas Hidup Dunia 28 Feb 2016 09:32
Sebuah studi tentang kondisi sosial ekonomi menempatkan Ibukota Austria berada paling atas dalam hal kualitas hidup. Sementara London, Paris dan New York gagal mencapai peringkat 35.
LONDON, IndonesiaSatu.co -- Berbahagialah Anda yang sekarang tinggal di Kota Wina. Karena Ibukota Austria ini menjadi kota terbaik dunia sebagai tempat tinggal. Sebaliknya Baghdad menjadi kota terburuk. Sementara London, Paris, dan New York tidak masuk dalam daftar top 35 menurut riset internasional kualitas hidup.
Media Inggris, theguardian.com (23/2) melaporkan, kota-kota berbahasa Jerman termasuk Wina mendominasi rangking yang dibuat Mercer Quality of Lifestudy tahun ke-18, di antaranya Zurich, Munich, Düsseldorf, dan Frankfurt yang menempati top seven.
Paris terjungkal ke posisi 37, hanya terpuat dua tingkat dari London yang berada pada posisi 39. Hal ini terjadi akibat peristiwa serangan teroris yang terjadi beberapa waktu lalu.
Adapun kriteria penilaian yakni kondisi sosial dan ekonomi, kesehatan, pendidikan, perumahan, dan lingkungan.
Helena Hartlauer (32), wanita kelahiran Wina tidak terkejut dengan peringkat tersebut. Karena kota ini memiliki tradisi dalam menginvestasikan perumahan dengan kualitas tinggi membuat harga sewa hunian di Wina lebih terjangkau di antara kota-kota besar.
“Saya tinggal di apartemen berukuran 100m persegi di area yang nyaman sekitar 20 menit menuju tengah kota. Tetapi harga sewa hanya (£625) per bulan.” Sementara di London, apartemen dengan ukuran yang sama mencapai £2,000 bahkan di New York yang menempati rangking 44 bisa lebih mahal lagi.
Kota-kota di Amerika menempati posisi bawah akibat isu keamanan pribadi yang tidak terjamin dan aksi kejahatan. Kota-kota di Amerika yang menempati rangking bagus di antaranya San Francisco (28) dan Boston (34).
“Anda tidak menyadari bagaimana amannya Wina sampai Anda ke luar negeri,” kata Hartlauer. “Kami juga memiliki transportasi publik yang hebat, dengan kereta bawah tanah yang beroperasi 24 jam pada akhir pekan, dan sewanya hanya €1 per sekali jalan.”
Menurut Bank Dunia, Austria memiliki pendapatan per kapita kotor paling tinggi di dunia, hanya kalah dari Amerika Serikta, Jerman, Inggris, dan Swiss.
Oleh Mercer, Zurich di Swiss menempati urutan kedua dalam hal kualitas hidup tertinggi. Tetapi orang Wina berpendapat kota mereka jauh lebih menyenangkan. “Ada lebih banyak mahasiswa di Wina dibandingkan kota-kota berbahasa Jerman lainnya,” kata Hartlauer.
Wina sudah lama diabaikan oleh orang Inggris yang hendak ber-week end. Mereka lebih memilih Barcelona atau Berlin dan berniat ke Austria hanya untuk ski, danau, dan pegunungan.
Tapi sekarang Wina berkembang menjadi destinasi yang popular. Pada 2015 ada sekitar 588.000 orang Inggris berkunjung ke Wina, naik 18% dari tahun sebelumnya.
“Wina menempati rangking teratas dalam peringkat,” demikian Mercer. “Skor ini meliputi beberapa kategori; di antaranya tersedianya keamanan dan lingkungan yang stabil untuk tinggal, tingkat yang tinggi dalam hal fasilitas dan transportasi publik, dan fasilitas rekreasi yang baik.”
Krisis migrasi yang melanda Eropa dengan datangnya para pengungsi dan pencari suaka yang menuju Jerman melalui Wina memiliki sedikit dampak bagi kota berpenduduk 1,8 juta jiwa tersebut, demikian Eichtinger. “Kami sudah mengakomodasi 90.000 pengungsi di Austria, tetapi jumlahnya berkurang di bulan-bulan ini.”
London tidak pernah masuk 10 besar dalam hal kualitas hidup menurut Mercer. Keterpurukan tersebut diakibatkan buruknya polusi udara, kemacetan lalu lintas, dan iklim.
Paris menderita kejatuhan dalam rangking tahun ini. “Paris masih stabil untuk beberapa tahun tetapi tahun ini turun 10 peringkat,” demikian Mercer.
Auckland di New Zealand menempati peringkat tertinggi di antara kota-kota berbahasa Inggris, yakni peringkat ketiga, disusul Vancouver pada posisi kelima. Kota-kota di Australia juga menempati posisi tinggi menurut survey, dengan Sydney (10) dan Melbourne (15).
Perang dan suhu politik yang tidak menentu menempatkan beberapa kota pada peringkat terburuk di dunia. Damaskus berada pada peringkat ketujuh dari bawah. Kota terburuk adalah Baghdad. Lebih baik dari Baghdad yakni Bangui di Rapublik Afrika Selatan, Sana’a di Yaman, Port-au-Prince di Haiti, Khartoum di Sudan, dan N’Djamena di Chad.
--- Simon Leya
Komentar