INTERNASIONAL Xi Jinping Bertemu Para CEO Global, Apa yang Dibahas? 28 Mar 2025 12:25
Perusahaan asing menyumbang sepertiga dari impor dan ekspor Tiongkok, seperempat dari nilai tambah industri, dan sepertujuh dari pendapatan pajak, menciptakan lebih dari 30 juta lapangan kerja.
BEIJING, IndonesiaSatu.co -- Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu dengan para CEO global di Beijing pada hari Jumat (28/3/2025). Pertemuan tersebut bertujuan merayu perusahaan asing agar berinvestasi dan memberikan dorongan kepada ekonomi Tiongkok yang sedang terpuruk sekaligus membantu melindungi Tiongkok dari ketegangan geopolitik yang membara.
Beijing telah berjuang untuk meredakan kekhawatiran investor asing atas ketahanan ekonomi di negeri tirai bambu tersebut. Sementara itu, para CEO global sementara gelisah atas pengetatan regulasi Tiongkok, tindakan keras yang tiba-tiba terhadap perusahaan asing, dan persaingan yang tidak seimbang dengan perusahaan milik negara.
"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua perusahaan asing yang telah berpartisipasi dan mendukung pembangunan Tiongkok," kata Xi kepada para pemimpin bisnis, yang termasuk para bos AstraZeneca, FedEx, Saudi Aramco, dan Standard Chartered.
"Perusahaan asing menyumbang sepertiga dari impor dan ekspor Tiongkok, seperempat dari nilai tambah industri, dan sepertujuh dari pendapatan pajak, menciptakan lebih dari 30 juta lapangan kerja," tambah Xi.
Sekitar 40 eksekutif bergabung dalam pertemuan tersebut. Mayoritas dari mereka mewakili sektor farmasi, kata satu sumber.
Frekuensi pertemuan antara eksekutif asing dan pejabat tinggi Tiongkok meningkat selama bulan lalu, setelah data resmi menunjukkan investasi langsung asing anjlok 27,1% tahun-ke-tahun dalam mata uang lokal pada tahun 2024.
"Perusahaan transnasional memainkan peran penting dalam menjaga tatanan ekonomi dunia," kata Xi.
Tahun lalu Xi bertemu dengan para pemimpin bisnis Amerika setelah forum bisnis tahunan, sebuah tugas yang sebelumnya didelegasikan kepada Perdana Menteri, orang kedua di bawah pimpinan pemimpin tertinggi.
Pemimpin Tiongkok telah mengambil inisiatif dalam beberapa bulan terakhir untuk meyakinkan dan memberi energi pada bisnis baik asing maupun domestik.
Bulan lalu, Xi mengadakan pertemuan pro-bisnis yang langka dengan beberapa nama terbesar di sektor teknologi Tiongkok, termasuk Jack Ma dari Alibaba, mendesak para pengusaha untuk "menunjukkan bakat mereka" dan percaya diri pada kekuatan model dan pasar Tiongkok.
Pengamat keuangan Si Ling menyebut bahwa sebagian besar peserta forum berasal dari AS, menandakan bahwa China masih menganggap AS sebagai mitra dagang utama.
Xi Jinping tampaknya ingin menunjukkan niat baik kepada para eksekutif global, tetapi juga menggunakan strategi diplomasi keras dan lunak secara bersamaan.
Ada spekulasi bahwa Xi akan bertemu dengan Donald Trump tahun ini dalam kunjungan kenegaraan guna memperkuat posisinya dalam negosiasi dengan Washington.
---R.Kono
Komentar