Breaking News

GAYA HIDUP Yang Harus Dilakukan Setiap Wanita Sejak Muda Untuk Cegah Menopause Dini 29 Sep 2024 15:14

Article image
Ilustrasi. (Foto: Hallo Sehat)
Aktivitas fisik ini pada dasarnya dapat menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh, sehingga bisa membantu mengelola masa transisi menopause pada wanita dengan baik. 

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menopause adalah salah satu fase krusial dalam kehidupan seorang perempuan. Menopause ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi bulanan pada usia sekitar 45–55 tahun.

Menopause sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik dan psikis seorang perempuan. Karena itu, setiap perempuan berupaya agar sebisa mencegah menopause agar tidak terjadi lebih awal.

Cara cegah menopause dini
 
Dilansir Siloam Hospitals (18/9/2024), beberapa wanita bisa mengalami menopause prematur (menopause yang terjadi pada usia di bawah 40 tahun atau menopause dini (menopause yang terjadi pada rentang usia 40–45 tahun) karena faktor tertentu, seperti:

Memiliki keluarga kandung dengan riwayat menopause dini.

Pola hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok atau jarang berolahraga.

Riwayat penyakit tertentu, seperti infeksi HIV/AIDS, penyakit autoimun, dan sebagainya.

Riwayat obat-obatan tertentu, seperti terapi gonadotropin hormone-releasing hormone (GnRH) atau terapi kesuburan yang berfungsi untuk merangsang sel untuk pematangan folikel dan pelepasan estrogen.

Efek samping tindakan medis, seperti perawatan kemoterapi dan radioterapi serta ada riwayat operasi pembedahan rahim.

Untuk meminimalkan risiko terjadinya menopause dini, terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh setiap wanita sejak usia muda. Beberapa upaya tersebut, di antaranya sebagai berikut:

1. Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang
 
Cara mencegah menopause dini yang pertama adalah mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

Dilansir dari Journal of Epidemiology and Community Health, pola makan yang mengutamakan ikan yang mengandung lemak sehat, terutama omega-3, kacang-kacangan, dan biji-bijian bisa membantu menunda menopause.

Sebaliknya, konsumsi karbohidrat olahan, seperti pasta, justru bisa mempercepat terjadinya menopause dini.

2. Menjaga Berat Badan Ideal
 
Cara mencegah menopause dini berikutnya adalah menjaga berat badan ideal sebaik mungkin. Secara umum, wanita dengan indeks massa tubuh (IMT) yang tidak ideal, baik terlalu rendah (underweight) maupun terlalu tinggi (overweight), lebih berisiko mengalami menopause dini.

Maka dari itu, sebagai upaya mengurangi risiko terjadinya hal tersebut, disarankan untuk rutin berolahraga dan memperhatikan pola makan sehari-hari guna menjaga berat badan ideal.

3. Tidak Merokok
 
Dilansir dari penelitian dalam American Journal of Epidemiology, kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya menopause dini pada wanita.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk menghindari kebiasaan merokok serta menjauhi paparan asapnya guna meminimalkan risiko menopause dini.

4. Rutin Berolahraga
 
Cara mencegah menopause dini yang tidak kalah penting adalah rutin berolahraga. Aktivitas fisik ini pada dasarnya dapat menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh, sehingga bisa membantu mengelola masa transisi menopause pada wanita dengan baik. 

5. Mengoptimalkan Masa Menyusui
 
Sebuah studi pada tahun 2020 menjelaskan bahwa ibu yang rutin menyusui bayi selama 7–12 bulan setelah melahirkan (terutama apabila ibu menyusui secara eksklusif dalam 6 bulan pertama) memiliki risiko menopause dini yang lebih rendah dibandingkan ibu yang tidak menyusui bayi.

Oleh karenanya, sangat penting bagi ibu untuk mengoptimalkan masa menyusui bayi guna meminimalkan risiko terjadinya menopause dini nantinya.

Berbagai Risiko Kesehatan yang berkaitan dengan menopause dini dan perlu diwaspadai
 
Secara umum, seorang wanita yang mengalami menopause dini bisa mengeluhkan gejala menopause yang lebih parah. Oleh sebab itu, penting bagi setiap wanita untuk mewaspadai terjadinya menopause dini agar tidak berdampak pada kondisi kesehatan maupun fungsi sistem reproduksi. 

Selain itu, karena menopause dini menyebabkan wanita mengalami kehilangan kadar normal hormon estrogen lebih awal, kondisi ini juga berisiko lebih tinggi mengalami beberapa masalah medis berikut ini:

Penurunan gairah seksual.

Infertilitas. Menopause dini membuat wanita tidak memiliki peluang untuk hamil lebih awal dibandingkan wanita pada umumnya.

Osteoporosis (penurunan kepadatan mineral dan massa tulang).

Stres, cemas berlebih, hingga depresi.

Penyakit neurologis, seperti demensia.

Penyakit jantung. ***

--- Simon Leya

Tags:
Menopause

Komentar